Kemenag Lombok Tengah Bocorkan Gaji PPG

oleh -1629 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Kasi PAI Kemenag Lombok Tengah : H. Muliadi

 

 

LOMBOK – Peserta pendidikan profesi guru (PPG) di Lombok Tengah tahun ini membludak. Dimana 2025 sebanyak 247 guru pendidikan agama islam (PAI) dari sekolah umum mengikuti PPG untuk Batch/kelompok 2. Sedangkan Batch 1 diikuti 220 guru. Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan tahun 2024 yang hanya 77 peserta.

 

Pelaksanaan Batch 1 mulai April 2025 dengan durasi pelatihan sekitar 45 hari. Jarak antar batch berkisar 3–5 bulan. Seluruh kegiatan dilakukan secara daring melalui zoom meeting dan difasilitasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk pusat.

 

Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) kantor kementerian agama (Kemenag) Lombok Tengah, H. Muliadi menjelaskan bahwa guru PAI yang ingin mengikuti PPG harus memenuhi beberapa persyaratan administratif dan pengalaman mengajar.

“Guru harus terdaftar di Dapodik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai guru agama. Setelah itu membuat akun Siaga untuk menunjukkan keaktifan sebagai guru agama. Minimal sudah mengajar sejak 2023 dan akun Siaga paling lambat dibuat pada 2024,” bebernya kepada Koranlombok.id.

 

Baca Juga  Hot temperatures in Indonesia reach 36 to 37 degrees

“Nah yang buat akun di tahun 2025 belum dipanggil, minimal dua tahun,” sambungnya, Rabu 24 September 2025.

 

Muliadi membeberkan, sementara mekanisme pencairan dana bagi peserta lulusan PPG. Pembayaran dilakukan pada tahun berikutnya melalui rekening pribadi guru.

“Bagi non-ASN dibayar Rp 2 juta, sedangkan P3K dan PNS masing-masing satu kali gaji pokok,” ungkapnya.

 

Program PPG ini, kata dia, mencakup guru PAI dari berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga SMK yang mengajar di sekolah umum.

 

 

Terpisah, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Lombok Tengah, Lalu Syahdi mengatakan untuk PPG tahun 2025 peserta yang sudah terverifikasi berjumlah 577 orang. Pengumuman kelulusan sudah diumumkan di akun masing-masing peserta.

Baca Juga  Lebaran Ketupat Bakal Dipusatkan di Masjid Agung

 

“Itu langsung pengumuman dari Kemenag pusat. Kami tidak terlibat, hanya memfasilitasi saja,” tegasnya.

 

Untuk jumlah peserta yang lulus seleksi, Syahdi menegaskan pihaknya tidak bisa memberikan informasi karena pengumuman hasil seleksi diumumkan melalui akun peserta masing-masing. Setelah pengumuman, barulah pihaknya dapat memperoleh data resmi.

 

“Mereka punya akun masing-masing, tinggal dibuka dan di sana ada pengumuman bahwa mereka sudah layak menjadi guru profesional,” terangnya.

 

Syahdi membeberkan bahwa kriteria guru yang mengikuti seleksi PPG diikuti oleh guru madrasah RA, MI, MTs, dan MA.

“Ini untuk yang guru madrasah kalau yang PAI nanti di Kasi PAI,” tegasnya.

Baca Juga  Atap SDN Tuban Roboh, Dewan Minta Komitmen Pemkab Loteng

“Nah, tergantung SK tahun berapa. Apakah nanti tersedia anggaran untuk tahun berikutnya juga tergantung SK tersebut. Jika SK terhitung mulai 1 Januari, tentu nanti kita bayar sesuai SK, dan itu pun bergantung pada keputusan pusat,” sambung Kasi.

 

Untuk persyaratan, Syahdi menyebutkan sudah tersedia di akun masing-masing peserta. Minimal memiliki NUPTK, sudah mengajar minimal lima tahun, baru boleh ikut PPG.

Pelatihan PPG dilaksanakan secara daring (online) dengan beberapa tahapan, mulai dari praktek, tes tertulis, membuat karya tulis, hingga praktik mengajar.

Untuk besaran gaji PPG bagi guru madrasah, dia menyebutkan rata-rata sebesar Rp 1,5 juta. Khusus untuk guru madrasah. Biasanya terdapat dua batch per tahun, dengan jarak antar-batch menyesuaikan edaran dari pusat.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.