LOMBOK – Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari dampak event MotoGP 2025 lebih dari tahun 2024 yang mencapai Rp 3 milliar. Pathul berharap ada multiplier effect lebih luas terhadap taraf ekonomi masyarakat.
“Kalau pengalaman kita sekitar Rp 3 milliar kemarin, ya mudahan bukan hanya itu saja kan ada multiplier effectnya. UMKM bisa bergerak usaha – usaha masyarakat bisa berkembang minimal tidak stuck,” kata bupati di acara istigosah bersama ASN di Masjid Nurul Bilad, Kuta, Jumat 26 September 2025.
Di hadapan semua ASN, bupati mengimbau agar seluruh ASN untuk dapat meramaikan dan menonton event MotoGP di Sirkuit Internasional Mandalika.
Kata bupati, sebelumnya ada rapat koordinasi antara Pemkab Lombok Tengah dengan DPR RI soal MotoGP. Tapi dalam pertemuan itu tidak ada pembahasan yang menyinggung soal hosting fee MotoGP.
“Nggak ada kemarin itu,” tegasnya.
Di acara istigosah, Pathul kembali mengajak semua ASN untuk ikut memeriahkan event MotoGP. Termasuk juga di acara doa bersama ini dilaksanakan agar dilancarkan acara di Lombok Tengah.
Ditambahkan bupati, dari setiap tiket yang terjual 10 persen akan kembali ke Lombok Tengah sebagai pendapatan asli daerah dan digunakan untuk pembangunan.
“Sehabis nanti nonton balap bisa nonton Dewa 19, nanti kan bisa diceritakan ke anak cucu kalau nggak ya tidak keren,” katanya berseloroh.
Di tempat yang sama, Wakil Direktur MGPA, Samsul Purba mengatakan bahwa khusus penonton yang memilik KTP NTB akan mendapatkan potongan harga 50 persen.
Sedangkan untuk kategori dan harga tiket MotoGP yang dijual paling murah untuk kategori Grand Stand E,G,H,I seharga Rp 400 ribu. Grand Stand B,C,J,K seharga Rp 900 ribu dan Grand Stand A seharga Rp 1.750.000.
Sedangkan VIP Deluxe Class Rp 15 juta dan VIP Luxury Tent T1,D,F,G dijual dengan harga Rp 7.750.000. Usai MotoGP akan ada hiburan dari Dewa 19 feat Ello dan Virzha bersama King Nassar serta Amtenar akan menghibur penonton.
“Per tanggal 26 ini teman-teman yang sudah membeli tiket online bisa menukarkan di Eks Bandara Selaparang, Mataram dan Bazaar Mandalika di Kuta,” katanya.
Sedangkan target penonton telah ditentukan pihaknya sebanyak 41 ribu, angka ini menurun dari sebelumnya yang sampai 71 ribu. Sebab, kategori tiket yang dijual hanya satu kategori tidak seperti tahun lalu ada beberapa kategori tiket berdasarkan hari dan three day pass.
“Tahun lalu kita ada weekend pass, ada three day pass, jadi tiketnya banyak jenisnya. Tapi kalau tahun ini hanya satu jenis semuanya three day pass, yaitu semua yang beli tiket berhak akses Jumat, Sabtu, dan Minggu,” katanya.(hil/nis)







