KODAM Akan Dibangun di Rembitan, Pemkab Loteng Siapkan Lahan 70 Hektare

oleh -5395 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Bupati Lombok Tengah : H.Lalu Pathul Bahri

 

LOMBOK — Komando Daerah Militer (KODAM) akan dibangun di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Di tengah wacana ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bakal menyiapkan lahan seluas 70 hektare.

 

Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri berharap dari rencana besar ini dapat difinalisasi pada tahun 2028. Terkait rencana pembangunan KODAM, Pathul berharap daerah ini akan lebih maju.

 

“Maka anggaplah itu sebagian dari cara kita berdoa bahwa KODAM yang hajatan nanti di NTB mudahan difinalisasi di Lombok Tengah,” katanya di ballroom kantor bupati, Rabu 15 Oktober 2025.

Baca Juga  Pinjaman 120 Miliar Perumda Tirta Ardhia Rinjani Masih Dikaji

 

Pathul mengatakan, untuk tanahnya diklaim sudah ada sekitar 70 hektare di Desa Rembitan. Tepatnya di dekat Juragan PP,  semoga nanti tidak ada kendala dan tahun 2028 dibangun.

 

Bupati menambahkan, untuk survei menjadi kewenangan dari pemerintah pusat.

“Kita bersyukur saja dan saya tidak terlalu mendalami, tapi ketika ada surat dari Dandim kita bersyukur, bahkan ada Batalyon pertanian yang nanti dibangun di Praya Barat,” ungkapnya.

 

Baca Juga  Satu Terduga Teroris yang Ditangkap Asal Lombok Tengah

Di tengah wacana ini, akan ada pasukan lebih awal datang ke Lombok Tengah. Bupati menuturkan, pihaknya sudah mendiskusikan dengan Dandim dan meminta Aerotel untuk menampung pasukan sembari menunggu KODAM terbangun. Perkiraan jumlah personel yang sudah didrop sekitar 600 sampai 700 personel.

 

Kemudian, untuk dampak dari pembangunan KODAM bisa dipikirkan dampak ekonomi dan efek domino dari pembangunan itu serta segala hal lainnya.

“Berapa orang yang nginep di sini tinggal dihitung berapa kebutuhan sayur-mayur dari beberapa kabupaten/kota dan provinsi yang akan dikirim,” katanya.

Baca Juga  Klarifikasi, Sumber Dana Klinik Yatim dan RS NU Beda

 

Disinggung isu Praya akan menjadi Kota Madya dengan adanya pembangunan KODAM. Bupati menepis hal itu dan menegaskan tidak ada hubungannya antara pembangunan KODAM dan pembentukan Kota Madya.

“Kita harus berpikir ketika membangun satu kodya maka dibangunlah Polres, Kodim, Pengadilan Agama, pendidikan, dan semua UPT serta dinas-dinas juga harus dibangun, serta SKPD harus dibentuk. Itu semua membutuhkan waktu dan pembiayaan besar, maka harus didiskusikan dengan matang-matang,” tutupnya.(hil)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.