Mahasiswa KKN Inisiasi Edukasi Pemilahan Sampah Berbasis Rumah Tangga di Suralaga

oleh -917 Dilihat
FOTO ISTIMEWA / Mahasiswa KKN Unram di Desa Suralaga saat mensosialisasi pemilihan sampah berbasis rumah tangga, baru-baru ini.

 

 

 

LOMBOK – Permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan serius di wilayah pedesaan. Begitu juga di Desa Suralaga, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur. Di tengah kondisi ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unram di Desa Suralaga menginisiasi program edukasi pemilahan sampah berbasis rumah tangga melalui metode home visit.

 

Kegiatan ini diketahui sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Langkah ini mendapatkan respons baik dari Kepala Dusun Gelumpang, H. Musipiddin.

 

“Saya selaku Kepala Dusun Gelumpang mendukung kegiatan edukasi pemilahan sampah ini, karena di Desa Suaralaga selain permasalahan tanah petain sayur, sampah juga menjadi permasalahn besar yang perlu mendapat perhatian dari masyarakat,” katanya dalam rilis diterima Koranlmbok.id, Minggu, 11 Januari 2026.

Baca Juga  Pelapor Pertanyakan Proses Hukum Kades Apitaik

 

 

Sementara itu, Ketua KKN Unram di Desa Suralaga, Zaid Agil Sya’bani menyampaikan komitmen mahasiswa KKN menjadi roda terdepan yang mengawali perubahan pola kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah.

 

“Kegiatan ini dilaksanakan 30 Desember 2025 sampai 2 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mendatangi rumah warga satu per satu,” ceritanya.

 

Dijelaskan Zaid, melalui pendekatan langsung mahasiswa KKN membangun komunikasi yang lebih akrab dan personal. Sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami dengan mudah dan sesuai dengan kondisi masing-masing keluarga. Metode home visit dinilai efektif karena memungkinkan terjadinya dialog dua arah, sekaligus memberikan ruang bagi warga untuk bertanya dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan sampah sehari-hari.

Baca Juga  Jengkel! Pemdes Batunyala Akan Dirikan Pos di Titik Rawan Sampah

 

 

”Kami memperkenalkan dengan contoh sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, dan daun kering, serta sampah anorganik seperti plastik, botol, dan kaleng. Selain itu tentang manfaat pemilahan sampah, mulai dari memudahkan proses pengolahan, mengurangi pencemaran lingkungan, hingga membuka peluang pemanfaatan sampah bernilai guna,” jelasnya.

 

Menariknya, kata dia, mahasiswa KKN juga mengenalkan pemanfaatan sampah organik melalui budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan limbah yang ramah lingkungan. Sampah dapur dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot sehingga mampu mengurangi volume sampah secara signifikan. Tidak hanya itu, maggot juga memiliki nilai ekonomis sebagai pakan alternatif ikan, unggas, dan ternak, sementara sisa hasil penguraiannya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Baca Juga  Apra College Gratiskan Bimbel Yatim, Dhuafa dan Siswa Berprestasi

 

“Respons masyarakat terhadap kegiatan ini cukup positif. Warga mengaku baru memahami pentingnya pemilahan sampah dan menyatakan kesediaannya untuk mulai menerapkan kebiasaan tersebut di rumah masing-masing,” tuturnya.

 

Kendati masih dalam tahap awal, antusiasme warga menjadi modal penting dalam membangun budaya peduli lingkungan di Desa Suralaga.

 

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, mahasiswa KKN juga merencanakan penyediaan bak sampah terpilah di titik-titik strategis desa. Dengan adanya fasilitas pendukung serta edukasi berkelanjutan.

 

“Kami berharap pengelolaan sampah di Desa Suralaga dapat berjalan lebih optimal, bersih, dan berkelanjutan, dimulai dari langkah kecil di setiap rumah tangga,” harapnya.(red)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.