15 Siswa di Darmaji Diduga Keracunan Setelah Mengkonsumsi Susu Program MBG

oleh -852 Dilihat
FOTO ISTIMEWA / Kepala Desa Darmaji, Suhaidi saat melihat sejumlah siswa yang dirawat di Puskesmas Muncan, Kopang, Lombok Tengah.

 

 

LOMBOK – Setidaknya ada 15 orang siswa dari SDN 1 Darmaji dan dan MI Hidayatushohilin NW Lanji, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah mengalami keracunan setelah diduga mengkonsumsi susu kemasan kadaluarsa yang dibagikan dalam program makan bergizi gratis atau MBG, Sabtu 17 Januari 2026.

 

Kepala Desa Darmaji, Suhaidi mengatakan setelah mendapatkan laporan dari warga bahwa sejumlah anak dilarikan ke Puskesmas Muncan sekitar pukul 09.30 Wita.

“Sekitar 15 sampai 20 anak, tadi saat saya masih di sana bahkan datang lagi beberapa anak, ada juga yang pulang tidak ke Puskesmas masih ditahan karena mual dan pusing,” ungkapnya dihubungi jurnalis koranlombok.id.

 

Baca Juga  Peserta Lomba Lari Perayaan HUT RI Meninggal Dunia di Lombok Timur

Atas ini, Kades Darmaji langsung menanggapi melalui edaran yang dikirimkan via group whatsapp agar sekolah tak membagikan MBG pada hari ini.

Cerita Suhaidi, saat dirinya mengkonfirmasi langsung kepada sejumlah anak mereka merasakan mual dan pusing setelah minum susu yang dibagikan di sekolah.

 

“Setelah saya periksa ternyata susunya ada yang expired hari ini ada yang sudah kemarin, kuat dugaan saya mereka keracunan karena susu itu. Ini kan kalau tidak karena itu nggak mungkin kan kejadiannya bisa secara bersamaan begitu,” yakinnya.

Baca Juga  Petani Tomat Merugi, Mahasiswa UNDIKMA Berikan Solusi

 

Selanjutnya pada hari Senin depan, Pemdes Darmaji akan meminta pihak SPPG untuk bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Selain itu siapapun yang berwenang baik pemerintah daerah atau mungkin telibat disitu Polsek dan Danramil juga perlu turun dan melakukan evaluasi.

Kades menyebutkan tidak menutup kemungkinan kasus ini tejadi di daerah lain juga. Ia meminta sebelum hal serupa terjadi, program MBG menurutnya harus benar-benar dievaluasi.

 

“Ini menyangkut nyawa orang dek, bukan persoalan mematikan bisnis atau program yang akan dijalankan pemerintah. Semua kita mendukung tetapi tolong dievaluasi karena salah sedikit yang masuk ke tubuh anak maka akan berakibat fatal nyawa mereka taruhannya,” tegasnya.

Baca Juga  Satgas Saber Pungli Mana? Lendek: Sudah Saatnya Ditindak Tegas

Diketahui SPPG yang menyuplai sajian MBG dari Dusun Lanji, Desa Darmaji, Kecamatan Kopang. Kades berharap korban tidak bertambah atas kejadian ini.

“Semoga tidak ada kejadian lagi seperti ini,” harapnya.

Sampai berita ini ditayangkan koranlombok, belum bisa dikonfirmasi pihak SPPG penyuplai MBG untuk siswa korban keracunan tersebut.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.