Warga Terdampak Banjir di Kidang Tidak Bisa Tarawih, Sahur Hingga Puasa

oleh -749 Dilihat
FOTO ISTIMEWA / Sejumlah warga melintas di tengah genangan air di Desa Kidang, Praya Timur.

 

 

 

LOMBOK  – Kepala Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah Tarnadi menyebutkan dampak banjir sejak Senin malam hingga Selasa malam menimbulkan dampak besar di desa yang dia pimpin.

Selama banjir, sejumlah aktivitas Ramadan sempat terhenti seperti salat tarawih, santap sahur hingga puasa. Sebab, warga tidak memiliki tempat tinggal dan bahan makanan yang memadai saat banjir.

“Untuk sekarang sudah kembali seperti biasa. Hanya pada malam Rabu hingga paginya yang paling parah. Banyak warga kami tidak bisa sahur dan puasa karena tidak ada bahan makanan,” ungkapnya kepada jurnalis Koranlombok.id, Kamis 26 Februari 2026.

 

 

Tarnadi menjelaskan, akibat bencana alam itu kerugian material warga sementara ditaksir mencapai ratusan juta. Di Desa Kidang, banjir merendam tiga dusun, yakni Dusun Peras, Dusun Batu Berungguk, dan Dusun Mekar Sari dengan total 286 kepala keluarga (KK) terdampak.  Dusun Peras sebanyak 146 KK, Dusun Batu Berungguk 90 KK dan Dusun Mekar Sari 50 KK.

Baca Juga  Sekolah Swasta Dipersulit Pengurusan Izin di Lombok Tengah

 

“Bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, sejumlah kepala dusun dan warga kami turun langsung meninjau Dusun Batu Berungguk yang terdampak cukup parah,” katanya dalam sambungan telepon.

 

Tarnadi menceritakan, total lahan yang terendam banjir mencapai sekitar 339,3 hektare, termasuk tambak udang dan lahan produksi garam warga.

Dia menyebutkan, kerugian terbesar berasal dari sektor budidaya dan hasil produksi warga. Garam yang terendam banjir ditaksir merugi sekitar Rp 300 juta. Sementara ikan air tawar seperti bandeng, nila, dan karper mengalami kerugian sekitar Rp 75 juta bahkan udang vaname sekitar Rp 175 juta.

 

“Yang paling dirasakan warga adalah kerugian material usaha budidaya mereka, bukan hanya rumah yang terendam. Apalagi banjir ini hampir setiap tahun terjadi, bahkan bisa dua sampai tiga kali dalam setahun,” ungkapnya.

Baca Juga  Kebijakan Angkasa Pura Lombok Dicurigai Ditunggangi Kepentingan

 

Untuk fasilitas umum seperti masjid dan sekolah, tidak ada yang mengalami kerusakan berat. Hanya sempat tergenang air. Kerusakan terjadi pada sejumlah ruas jalan yang terkikis akibat arus banjir.

Selain merusak tambak dan gudang penyimpanan, banjir juga mengakibatkan kerusakan fasilitas umum seperti jalan dan jembatan. Hampir setengah tambak warga dilaporkan ambruk dan membutuhkan biaya perbaikan sebelum bisa difungsikan kembali.

Kendati demikian, sekarang air berangsur surut sejak pukul 23.45 Wita. Pemerintah desa berharap kondisi serupa tidak kembali terulang.

Untuk bantuan logistik, Kades mengaku telah menerima bantuan dari Dinas Sosial dan BPBD Lombok Tengah, anggota DPR RI, serta Baznas Provinsi.

 

“Bantuan berupa mie instan, air mineral, telur, biskuit, kasur, serta logistik lainnya,” tuturnya.

Baca Juga  Kisah Seorang Janda Pemulung yang Hidup Bersama Tiga Orang Anaknya

 

Sementara itu, banjir juga menerjang Desa Kuta. Kepala Desa Kuta, Mirate mengatakan hingga kini sebagian wilayah seperti Dusun Merinding masih tergenang.

 

Meski demikian, tidak ada fasilitas umum yang rusak hanya sempat tergenang. Aktivitas masyarakat tetap berjalan, meski belum sepenuhnya kondusif. Satu rumah warga dilaporkan rusak akibat derasnya arus air, serta satu unit mobil warga mengalami kerusakan dengan kerugian ditaksir sekitar Rp 100 juta.

 

“Tidak ada masjid atau sekolah yang rusak,” katanya via telepon.

 

Mirate mengaku belum mengetahui total kerugian akibat banjir tersebut karena belum dilakukan pendataan secara menyeluruh.

Kades menyebut kawasan ITDC sempat tergenang, namun air tidak bertahan lama. “Untuk aktivitas lalu lintas sudah berjalan seperti biasa,” tutupnya.(hil)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.