LOMBOK – Tiga santri di salah satu pondok pesantren di Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah diduga dibakar oleh rekannya di pondok. Kasus ini terungkap setelah beredar video di media sosial facebook.
Dalam video yang diunggah sekitar 19 jam lalu itu, telah disukai 540, dikomentari 320 kali dan dibagikan 219 kali. Dalam video terlihat seorang santri pria (korban) mengalami luka bakar yang dibalut perban sambil menangis kesakitan di salah satu rumah sakit. Selain itu, terdengar suara keluarga korban yang berupaya menenangkan korban serta keluarga lainnya yang sedang melakukan panggilan suara dengan nada emosi.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram, Joko Jumadi membenarkan peristiwa naas tersebut. Joko menyampaikan dimana pihaknya menerima informasi dari media sosial bahwa kejadian tersebut terjadi pada November 2025.
“Saya dapat info di medsos yang kejadiannya di salah satu pondok pesantren yang ada di Desa Mantang, Kabupaten Lombok Tengah. Saya juga tidak tahu kenapa baru sekarang dimunculkan,” ungkap Joko Jumadi saat dikonfirmasi Koranlombok.id, Rabu, 3 Juni 2026.
Joko menambahkan, pihaknya mengetahui kejadian tersebut setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Selanjutnya, ia mengutus tim untuk melakukan pengecekan.
“Setelah penelusuran dari tim memang benar kejadiannya. Yang pasti terjadi di pondok pesantren dan yang terbakar tiga santri. Dari ketiga santri satu orang meninggal dunia,” jelasnya.
Kendati demikian, kata Joko, pihaknya belum mengetahui secara pasti kronologi kejadian tersebut. Namun, yang pasti peristiwa itu terjadi di sebuah pondok pesantren di Desa Mantang.
Sementara itu, Polres Lombok Tengah melalui Kasi Humas IPTU Lalu Brata Kusnadi yang dikonfirmasi beberapa kali tidak ada respons atas kasus ini.(hil)






