13 Hari Pasien Dirawat di ICU RSUD Praya, Keluarga Menduga Dipermainkan

oleh -1265 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Terlihat petugas di RSUD Praya sibuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

 

 

 

LOMBOK – Setidaknya sudah 13 hari lamanya pasien atas nama, Ahmad Adnan warga Dusun Ketapang, Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah menjalani perawatan di ruang ICU RSUD Praya.

Pasian diduga mengalami pecah pembuluh darah. Di balik perawatan yang cukup lama dan tidak ada perkembangan, pihak keluarga mulai memberanikan diri mempertanyakan lambannya respons pihak rumah sakit agar pasien bisa dirujuk ke RSUD Provinsi NTB. Pihak rumah sakit selalu berdalih full bed.

 

Pihak keluarga curiga karena menggunakan BPJS Kesehatan, pelayanan diberikan lamban. Begitu juga pihak keluarga saat meminta pihak RSUD Praya untuk merujuk pasien diabaikan. Selain itu keluarga pasien merasa dipermainkan.

 

“13 hari dirawat bapak saya, nah diagnosanya juga belum tau sementara sakitnya di kepala tapi alat scannya rusak yang ada di sini. Kita sudah minta biar dirujuk berkali-kali tapi jangan sampai dipermainkan,” ungkap anak pasien, Kamarudin kepada jurnalis koranlombok.id, Kamis (19/6/2025).

Baca Juga  Tradisi Perang Timbung Ajang Cari Jodoh, Banyak Sudah Terbukti

 

Dikatakan Kamarudin, saat keluarga minta agar pasien dirujuk. Dimana petugas selalu mengatakan menunggu kondisi pasien stabil dahulu. Selain itu petugas rumah sakit selalu berlasan bed penuh di RSUD Provinsi NTB.

 

Dari rentetan peristiwa yang pihaknya rasakan, Kamarudin merasa ada yang janggal. Sebab, sejak awal pihak keluarga sepakat minta pasien dirujuk ke rumah sakit provinsi.

 

“Sudah saya tanyakan data atas nama Ahmad Adnan itu belum dikirimkan, saya minta lah mereka kirim data itu. jaraknya juga dari kita minta rujukan sampai saya konfirmasi itu 5 harian,” ceritanya.

 

Atas kondisi ini, Kamarudin merasa kebingungan karena permintaan rujukan perawatan ayahnya masih belum bisa diproses sampai detik ini. Selain itu, pemeriksaan di bagian kepala ayahnya masih belum bisa dilakukan karena alat yang digunakan untuk pemeriksaan rusak di RSUD Praya.

Baca Juga  Romi Humandri Atlet Nasional, Tiga Kali Tes Polri Tidak Lolos

 

Diceritakan Kamarudin sebelum ayahnya dirawat di RSUD Praya. Saat itu ayahnya sempat diajak berobat beberapa kali di Puskesmas Penujak, tapi si ayah mengalami kejang-kejang disertai tensi naik sehingga pasien dilarikan ke RSUD Praya.

Informasi yang diterima pihaknya dari dokter, sang ayah mengalami pecah pembuluh darah di bagian kepala. “Sekarang kondisi ayah saya hanya sadar tapi sekadar melek saja, untuk bicara belum bisa untuk makan juga masih dipasangkan selang ke lambung,” tuturnya.

 

Ia berharap ayahnya dapat segara dirujuk ke RSUD Provinsi yang lengkap dengan alatnya.  “Saya harap supaya alat yang di dalam normal semua, saya juga merasa kasihan dengan pasien semua kalau ada yang mengalami seperti ayah saya ini,” katanya.

Baca Juga  Ayah Diduga Cabuli Anak Kandungnya di Lombok Tengah

 

 

Sementara itu, Direktur RSUD Praya, Mamang Bagiyansyah saat dihubungi koranlombok.id mengatakan akan memastikan dahulu data dan identitas pasien yang dimaksud.

 

Mangkin tiang (sekarang saya, red) arahkan bidang pelayanan dan humas mencari informasi supaya valid nanti beritanya nggih,” jawabnya melalui pesan whatsapp.

 

Terkait alat CT Scan milik RSUD Praya yang kabarnya rusak. Mamang membenarkan dan alat ini rusak sejak dua minggu lalu dan butuh diperbaiki dengan anggaran Rp 1 milliar.

“Saat ini untuk pemeriksaan pasien yang butuh pemeriksaan CT Scan, kami merujuk ke RS Mandalika dan RSUD Tripat di Gerung untuk sekadar pemeriksaan dan kembali lagi dirawat di RSUD Praya,” kata dokter Mamang.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.