Tolak Pembangunan Hotel Berbintang di Tanjung Aan

oleh -1505 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Pengunjung di Pantai Tanjung Aan terlihat ramai, Sabtu (28/6/2025).

 

LOMBOK – Pedagang di sekitar pantai Tanjung Aan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah keras menolak dibangunnya hotel berbintang oleh investor asing yang bekerjasama dengan pihak PT. ITDC.

 

Perwakilan pedagang di Tanjung Aan, Amaq Inang menegaskan dirinya bersama pedagang lain tetap akan bertahan kendati ada ancaman dari ITDC melakukan penggusuran.

Amaq Inang meminta ITDC jangan melakukan penggusuran. Sebab, pedagang semua di sini menggantungkan hidup untuk kebutuhan sehari – hari melalui hasil berdagang.

 

“Kami akan tetap bertahan, kalau bisa tidak usah digusur. Kami sanggup kelola pantai karena ada kami bule-bule ini datang bukan karena ITDC. Kita berkecimpung sudah lama dari pedagang asongan,” tegasnya, Sabtu (28/6/2025).

Baca Juga  Polisi ‘Panen’ Pelaku Pencurian di Lombok Timur, 103 Tersangka Diborgol

 

Ia dan pedagang lainnya juga turut menolak dibangunnya sejumlah hotel berbintang oleh investor asing. Sementara itu Amaq Inang menyebutkan, berkembangnya pariwisata di Tanjung Aan diklaim berkat andil para pedagang selama ini. Dimana wisatawan mancanegara lebih menyukai keindahan alam yang alami dari pada hotel berbintang.

 

“Mereka (wisatawan mancanegara, red) sudah tau tentang penggusuran dan mereka tidak mau ada penggusuran, karena mereka lebih suka hal yang natural. Kalau mau beach club berbintang lima mereka ke Abu Dhabi saja, mereka memilih naturalnya bukan karena modernnya,” tegasnya.

Baca Juga  Dam Mujur Isu Musiman, Dewan Yek Agil: Tidak Pernah Dibahas di Provinsi

 

Sementara itu, pengunjung pantai Tanjung Aan dari Desa Mantang, Kecamatan Batukliang Khaerani merasa kasihan kepada para pedagang jika akan digusur oleh ITDC.

Namun demikian jika pembangunan tetap dilakukan oleh investor, dia berharap ada tempat yang akan disediakan bagi para pedagang yang tergusur untuk berjualan kembali.

 

“Kalau saya pribadi kasihan ya, kalau penataan ya bagus tapi kalau bisa pedagang diberikan tempat karena kan pengasilannya dari sini. Kalau penataan sih nggak apa – apa tetapi jangan sampai membuat warga lokal dilarang berdagang, jangan sampai mematikan usaha warga lokal begitu,” katanya, Sabtu (28/6/2025).

Baca Juga  Otoritas Bandara Lombok Prediksi Jumlah Penumpang Naik 4,1 Persen

 

Selain itu sebagai wisatawan yang selama ini menjadikan Pantai Tanjung Aan sebagai destinasi favoritnya dengan keluarga berharap, tetap ada akses untuk menikmati kawasan pantai.

 

Ia khawatir jika nanti ada sejumlah hotel yang dibangun publik yang terbiasa berwisata di Pantai Tanjung Aan akan tebatas ruang geraknya menikmati keindahan pantai.

Kata Khaerani, tidak dipungkiri jika kedepan bidang pariwisata perlu sebuah pembangunan untuk maju, namun dirinya berharap masyarakat yang ada dapat dirangkul terlibat memajukan wisata Lombok Tengah.(nis)

 

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.