ITDC Minta Bantuan Polisi Jelang Penggusuran Pedagang di Tanjung Aan

oleh -1217 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto

 

 

LOMBOK –  Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto mengungkapkan jika pihak PT. ITDC telah mengirim surat ke polres untuk meminta bantuan pengamanan jelang pengosongan lahan di sekitar Pantai Tanjung Aan, Kecamatan Pujut.

“Tapi kami belum tentukan berapa personel yang akan diturunkan dan masih akan merapatkan kembali untuk tanggalnya, tetapi yang pasti Jumat (11/7/2025) kami akan ada di sana untuk melakukan kegiatan olahraga dan kegiatan bersih-bersih sampah bersama,” ungkapnya kepada media, Senin (7/7/2025) di ruang kerjanya.

Baca Juga  Warga Pergoki Mobil Dinas Pemprov Angkut Baliho Zul-Rohmi Jilid II

 

Kapolres menegaskan, pihaknya akan melakukan pendekatan secara sosiologis kepada pedagang di Pantai Tanjung Aan. Termasuk dengan cara memberikan imbauan dan pengertian kepada mereka agar mau keluar dari kawasan pantai.

 

“Kita juga meminta Bhabinkamtibmas beserta Koramil menyentuh masyarakat di sana untuk memberikan pemahaman karena aturan sudah ada, dengan pemahaman tersebut masyarakat yang sebagian menolak pengosongan lahan semoga mengerti dan mau untuk keluar dari lokasi,” harap kapolres.

 

Selain itu upaya persuasif lain yang rencananya akan dilakukan oleh Pemkab Lombok Tengah yakni, menginisiasi kegiatan bersih-bersih dan olahraga bersama di Pantai Tanjung Aan bersama 1.500 orang ASN, 500 anggota Polri dan 200 anggota TNI Jumat, (11/7/2025).

Baca Juga  Liburan ke Sembalun Lombok Timur? Biar Ngak Nyesel Kalian Wajib Kunjungi Tempat Ini!

 

Kendati demikian, kapolres menegaskan Polri dan TNI tidak turut serta sebagai eksekutor pembersihan lahan dan hanya menjaga keamanan masyarakat sekitar ketika pengosongan dilaksanakan oleh pihak ITDC.

 

Kata kapolres, polisi bersama TNI hadir mendukung keputusan dari pemerintah pusat dan daerah berkaitan dengan pembangunan.

Baca Juga  PLN Tiba-tiba Batalkan Program Kompor Listrik

 

“Kita tidak melakukan kegiatan pengosongan, jadi kegiatan kita karena murni kegiatan legacy pemerintah lah, bahwa pemerintah telah hadir di sini untuk menegakan keputusan yang telah ada dari pemerintahan,” katanya.

 

Untuk pengosongan lahan, kata Eko, masih belum ditetapkan kapan akan dilaksanakan. Bisa saja beberapa hari selang dilaksanakannya kegiatan bersama tersebut.

 

“Tetapi yang pasti Jumat kami akan ada di sana,” pungkasnya.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.