Cerita Salamudin, Pria Lulusan SMP yang Berhasil Buka Lapangan Pekerjaan

oleh -2216 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID Seorang pekerja di tempat Salamudin sedang merakit rak bambu yang merupakan pesanan orang Amerika Serikat (AS), Minggu (6/8/2023).

Ada cerita menarik yang bisa kita petik dari Salamudin. Pria lulusan SMP ini berhasil membuka lapangan pekerjaan di kampung tempat tinggalnya. Tepatnya di Dusun Nyanggi, Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah. Berikut liputan jurnalis Koranlombok.id.

…………………………………………

NAMA Salamudin cukup banyak dikenal belakang ini di Dusun Nyanggi, Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang. Bapak tiga anak ini berhasil membuka lapangan pekerjaan untuk warga sekitar dari usaha yang digelutinya selama 10 tahun silam.

Dari usaha anyaman bambu yang dijalankannya ini, ada berbagai macam model berhasil dibuat. Mulai dari rak, tempat cucian, tempat sampah, bahkan dekorasi berupa kotak tisu dan lampu yang dikombinasikan dengan anyaman rotan.

“Awalnya hanya bakul biasa yang dibuat oleh masyarakat, biar ada beda kita buat berbagai macam model biar ada pembeda daripada yang biasa ada di pasar,” terang Salamudin di rumahnya, Minggu, (6/8/2023).

Hasil buah tangan ini, sekarang Salamudin mengerjakan pesanan orang dari Amerika Serikat dengan jumlah 900 buah tempat laundry. Namun untuk finishing dan pemasaran dirinya masih bergantung dengan pengepul di Desa Beleka, Kecamatan Praya Timur.

Baca Juga  Komisi II Bertemu BWS, yang Dibahas Bendungan Benjor

 

“Kami belum bisa kerjakan karena modal yang belum cukup, orang yang mengerjakan juga terbatas dan kita belum ada pengalaman kerjakan hingga finishing,” bebernya.

 

Kendati demikian tak jarang Salamudin kewalahan akibat banyaknya pesanan pelanggan, untuk mengatasi hal ini dia dibantu oleh para ibu rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya yang direkrut sebagai pekerja.

Baca Juga  Cuaca Ekstrem, Kenapa Dana BTT Lombok Tengah Berkurang?

 

Setiap harinya pihaknya mampu menghasilkan 20 model. Dirinya dan warga Dusun Nyanggi telah lama dikenal sebagai penghasil pengrajin anyaman bambu berupa bakul. “Alhamdulilah sekarang sudah berbagai bentuk bisa kita buat tergantung pesanan,” katanya.

Dari usaha yang dijalankannya ini, Salamudin mengaku meraup keuntungan sampai puluhan juta perbulan. Tergantung dari ramai tidaknya permintaan pasar, sementara pesanan yang dikerjakan belum lama ini dengan nilai Rp 60 juta.

 

Hasil keringatnya itu, ia bersama istri dapat berangkat umrah bersama, dan dapat menyekolahkan putri keduanya hingga bangku kuliah.

“Sekarang kuliah jurusan bahasa Inggris, sengaja saya suruh belajar agar besok bisa perkenalkan dan pasarkan kalau ada tamu luar negeri yang datang,” harapnya.

Baca Juga  Putra Mantan Bupati Lobar Difitnah, Kuasa Hukum: Pelaku Harus Ditahan!

 

Terkait bahan baku, dirinya menggunakan bambu tali atau bambu ampel, rotan, dan menggunakan kayu. Kebutuhan bambu dalam sekali pesanan bisa sampai 150 batang.

“Satu batang bambu bisa 2 atau 3 kerajinan jadinya, untuk harga biasanya Rp 30 ribu untuk bambu tali dan Rp 20 ribu untuk bambu ampel,” ceritanya.

Kendati kini bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar rumahnya, Salamudin mengaku pernah dalam posisi jatuh terutama saat pandemi covid-19 lalu.

“Waktu itu tidak ada tamu, tidak ada yang memesan,” tuturnya.(nis)

 

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.