RSUD Praya Tidak Boleh Alergi Kritikan

oleh -1658 Dilihat
FOTO ISTIMEWA KORANLOMBOK.ID Arya Ningrum

LOMBOK – Aktivis Perempuan Lombok Tengah, Arya Ningrum mengatakan pihak RSUD Praya tidak boleh alergi kritikan. Apalagi di tengah maraknya persoalan yang muncul di rumah sakit plat merah ini.

Misalnya, dugaan pembohongan dilakukan oknum pihak RSUD Praya kepada tim Ombudsman NTB saat investigasi dan kepada masyarakat luas. Sebelumnya disampaikan jika CCTV ruang IGD RSUD Praya rusak bulan Oktober 2022 saat kejadian balita 4 bulan Lailan meninggal dunia karena diduga tidak diberikan pertolongan.

Baca Juga  Komisi IV Buka Aduan Wali Murid Terkait Pungli Berkedok Uang Perpisahan

“Saya sangat menyayangkan karena tidak sekali dua kebohongan-kebohongan yang dilakukan  RSUD, ketika masyarakat mengkritisi tentang pelayanan kesehatan sepertinya mereka menolak,” tegas Ningrum kepada jurnalis koranlombok.id, Kamis kemarin.

 

Ningrum meminta RSUD Praya harus berbenah dengan menerima kritik dan saran dari masyarakat secara lapang dada, karena sebagai pihak penyedia pelayanan kesehatan harusnya melayani tanpa harus melihat status sosial dan ekonomi pasien.

Baca Juga  Pengerukan Bukit di Kawasan Mandalika Tidak Ada Izin

“Itu aset negara diperuntukkan untuk melayani kesehatan masyarakat tanpa harus memandang posisi masyarakat, ” tegas salah satu pentolan Silaturahmi Untuk Advokasi Rakyat dan Kemanusiaan (SUAKA) itu.

Dia berharap pemerintah daerah Lombok Tengah memperhatikan mengenai para pekerja medis yang menyalahi aturan dan tak memaksimalkan pelayanan kesehatan masyarakat, karena hal tersebut telah berulang kali terjadi.

Baca Juga  Sampah Membludak di Lombok Tengah, Sehari 60 Ton

“Ada oknum yang tidak patuh aturan pindah dan mutasi jaoq-jaoq ndek araq manfaat (mutasi jauh-jauh karena tidak ada manfaat),” sentilnya.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.