Sekolah Roboh, Wakil Ketua Dewan Loteng Minta Pemkab Turun

oleh -470 Dilihat
FOTO HUMAS DPRD LOMBOK TENGAH Wakil Ketua DPRD Loteng / H. Lalu Sarjana

LOMBOK – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah, H. Lalu Sarjana angkat bicara pascarobohnya gedung SDN Jabon di Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, Selasa (23/5/2023) sekitar pukul 10.00 Wita.

Politisi PKB ini mengatakan ini membuktikan masih adanya sekolah yang terlewat dari pantauan pemerintah kabupaten, untuk itu perlu ada pendataan terkait kerusakan sekolah dari yang kecil hingga besar.

“Kita minta Pemda lebih selektif lagi lah, turun ke lapangan. Kami juga minta lebih profesional lagi dalam pendataan mana sekolah yang di pelosok rusak berat, sedang, dan berat,” tegasnya saat dihubungi jurnalis Koranlombok.id via telpon, Rabu (24/5/2023).

Baca Juga  Bawaslu Tak Menemukan Surat Suara Rusak Tercoblos

Sarjana mengatakan, pihaknya di DPRD terbuka kepada pemkab untuk berdiskusi terkait data mana saja sekolah yang sedang mengalami kerusakan, agar kemudian persoalan tersebut dapat diselesaikan bersama melalui dana aspirasi.

Tapi dinas juga harus menjalin komunikasi kepada kepala sekolah, komite dan pihak lainnya demi dapat turun langsung mengecek semua kondisi gedung utamanya yang dibangun puluhan tahun lalu yang ada di pelosok.

Baca Juga  Pemilu, Dewan Andi Mardan Sampaikan Pesan Ini ke ASN

 

Alhamdulilah kita 2022 dan 2023 sudah maksimal selama ada koordinasi dengan Dinas Pendidikan, tapi kan terbatas kalau berbicara rusak berat disitu kan ada Dana Alokasi Khusus (DAK),” sebut politisi PKB itu.

Diungkapkannya, pekan depan melalui Komisi IV akan memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk melihat data sekolah yang dalam kondisi rusak.

“Kalau besok kita lihat datanya nggak masuk berarti terlewatkan, kita minta mereka turun dan komisi IV juga turun untuk survei,” tegasnya lagi.

Baca Juga  Nyaleg, Tujuh Kades di Lombok Barat Mengundurkan Diri

 

Sementara, Kepala SDN Jabon, Lalu Muhibban mengatakan saat kejadian beruntung tidak ada korban. Ruangan yang kondisi rusak itu dua ruangan kelas 5 dan kelas 3 yang mana sejak setahun lalu mengalami kerusakan.  Selanjutnya proses belajar mengajar tetap berlangsung di beberapa ruangan yang tersisa, satu ruangan yang ditempati sekaligus oleh kelas 2 dan 5, satu ruangan sekaligus untuk 3 dengan 4 bahkan ruang kelas 1,” ceritanya kepada media.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.