Angka Kehamilan Anak di NTB Meroket

oleh -986 Dilihat
FOTO ISTIMEWA KORANLOMBOK.ID Seorang petugas kesehatan saat mengecek alat timbang bayi untuk Posyandu, beberapa waktu lalu di wilayah Lombok.

LOMBOK – Ketua Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) NTB, Lalu Hamzi Fikri mengungkapkan jika menurut data selama pandemi Covid-19, angka kehamilan anak meroket.

Dimana, data tersebut telah disinkronkan antara data dispensasi nikah dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB. Terdapat permintaan tahun 2019 sampai 2021 sebanyak 1.132 orang.

Ditambahkan pria yang juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, data dari Dinas Kesehatan NTB kehamilan remaja tahun 2020 sekitar 6.532 kehamilan di fasilitas kesehatan. Sedangkan tahun 2021 ada 6.473 kehamilan.

Baca Juga  Empat Hari Pencarian, Pemancing yang Terseret Ombak Ditemukan

“Telah kita sinkronkan ternyata banyak remaja yang menikah itu tidak melapor. Yang perlu kita atensi nikah dini tapi dibawah tangan artinya kan ada gap disitu,” tegasnya di Hotel Puri Indah, Mataram, Senin (26/6/2023).

 

Sementara, anak dari lima kabupaten dan kota di NTB menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah daerah. Anak dari, Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Lombok Utara, dan Kota Mataram.

Baca Juga  Respons Kuasa Hukum Kasus Korupsi dana BLUD RSUD Praya

Aspirasi mereka sampaikan dalam acara simulasi Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang)  digelar PKBI NTB. “Ini kan baru hanya simulasi, tadi sudah disampaikan oleh Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapedda NTB, tahun depan harus ada Musrenbang anak di provinsi yang terencana oleh pemerintah,” terang Direktur PKBI NTB, Ahmad Hidayat.

Dalam musyawarah itu, kata Hidayat, disediakan form pembelanjaan dimana pihak pemangku kebijakan menyatakan akan mengakomodir usulan mana yang ditindaklanjuti.

Baca Juga  Kesaktian Wali Soker Dapat Ubah Pasir Menjadi Beras

“Begitu sih konsepnya di kita, biar bisa di follow up,” katanya.

Sementara itu selama Musrenbang berlangsung, banyak usulan diutarakan anak-anak terkait pembangunan infrastruktur sebagai akses ke fasilitas pendidikam, sekolah dan komunitas ramah anak, penangan kasus bulying, hingga aspirasi bagaimana agar menekan angka pernikahan dan kehamilan anak yang masih tinggi.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.