Siswi MAN 1 Loteng Dibully Guru Sampai Nangis, Sekarang Ingin Berhenti Sekolah

oleh -3769 Dilihat
FOTO SATRIA TIM KORANLOMBOK.ID Siswi MAN 1 Lombok Tengah inisial R saat menjelaskan kepada jurnalis Koranlombok.id didampingi ibunya, Jumat (28/7/2023).

LOMBOK – Seorang siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lombok Tengah inisial R, mengaku pernah dibully oknum guru di dalam sekolah. Pascakejadian itu, korban pun selalu menangis ketika ditanyak seputar apa yang menimpanya. Sekarang, ia memutuskan untuk berhenti sekolah di MAN 1.

“Iya, sama guru dan teman-teman di dalam kelas,” ungkapnya kepada jurnalis Koranlombok.id, Jumat (28/7/2023).

R mengaku pernah mendapatkan perlakuan seperti ini juga saat duduk di bangku Kelas 1 di MAN Lombok Tengah. Namun dia baru kali ini membuka kepada orangtuanya.

“Iya, saya tidak mau sekolah lagi di sana,” katanya sambil menangis.

Di tempat yang sama, orangtua korban Rini Andriani mengaku kecewa atas kejadian ini. Dirinya baru mengetahui kasus itu menimpa putrinya, Rabu (26/7/2023). Awalnya pada Hari Rabu kata orangtua korban, R tiba-tiba tidak mau keluar kamar dia juga tidak mau masuk sekolah. Dari situ orangtua pun bingung. Namun Kamis (27/7/2023) korban pelan-pelan mulai terbuka kepada ibunya.

Baca Juga  Berkas Korupsi Dana BLUD RSUD Praya Belum Masuk Pengadilan

“Tapi kalau pertama Hari Rabu kalau saya tanyak kenapa tidak sekolah pasti nangis, nah saya bingung ada apa dengan anak saya,” ungkapnya.

Diterangkannya, pada Kamis R mulai menceritakan sedikit demi sedikit kepada orangtua. Korban mengaku pernah dibully oknum guru di sekolah.

“Itu pun dijawab sama anak saya pada saat saya bertanya via wa. Yang tahu anak saya, ya pasti saya sebagai orangtuanya, kalau guru hanya beberapa jam bersama anak,” tegasnya.

Pengakuan korban kepada orangtuanya, baru-baru ini di dalam kelas dia pernah dibully oknum guru dan siswa di sana. Kejadian ini bermula saat guru memberikan pertanyaan namun korban tidak bisa menjawab. Saat itu oknum guru memberikan sanksi dengan meminta semua siswa dalam kelas melihat korban. R pun merasa malu atas perlakuan tersebut.

Baca Juga  Logistik WSBK Seberat 97,8 Ton Tiba di Bandara Lombok

 

Kemudian kejadian berikutnya, oknum guru lain diduga memukul kening korban karena ketahuan keluar mengambil titipan sesuatu.

“Ada lagi satu oknum guru juga gara-gara caranya membuat anak saya jadi bahan ejekan. Ini kalau saya hitung sudah tiga kejadian,” bebernya.

Bingungnya lagi kata ibu korban, saat ini putrinya tidak mau lagi masuk sekolah. Dia sangat menyesalkan kasus menimpa anaknya itu. Orangtua memastikan, anaknya mengalami rusak mental atas perbuatan oknum guru di MAN 1 Lombok Tengah.

“Saya mau klarifikasi ini kepada pihak sekolah, tapi nanti dulu. Saya akan fokus menenangkan anak saya dan membujuk untuk mau sekolah di tempat lain,” tuturnya.

Dari kasus menimpa anaknya, Rini berharap kasus ini tidak terulang kembali di MAN 1 Lombok Tengah. Cukup dirinya sebagai orangtua korban yang kuat dan berani berbicara ke media.

 

 

“Saya maunya biar tidak ada lagi korban. Bullying ini akan melekat seumur hidup anak. Kalau fisik, luka hilang maka bisa dilupakan kejadian itu. Saya kira MAN 1 Lombok Tengah sekolah yang lebih baik, ternyata bukan,” katanya sambil marah.

Baca Juga  Pemkab Loteng Tak Peduli, Begini Cara Pemuda Sindir Pemerintah

 

Sementara, Kepala MAN 1 Lombok Tengah Masdiono yang dihubungi jurnalis Koranlombok.id membantah semua itu. Dirinya mengaku sudah memanggil untuk klarifikasi dua guru yang dimaksud orangtua korban.

“Makanya saya bingung jadinya, itu kapan kejadiannya,” tanya balik Masdiono.

Dari informasi yang beredar, dirinya memastikan tidak ada bully yang terjadi di lingkungan sekolah. “Tidak pernah ada perundungan itu. Dua guru dimaksud, satu guru ngaku tidak ada jam di kelas 11. Kan jadi bingung,” tegasnya.

 

Informasi lain yang pernah kepala sekolah terima, korban sejak semester II sudah ingin pindah dari MAN. Alasan karena sekolah jauh dari tempat tinggalnya.(dik)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Memberikan informasi Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.