Petani Tomat Merugi, Mahasiswa UNDIKMA Berikan Solusi

oleh -5287 Dilihat
FOTO ISTIMEWA KORANLOMBOK.ID Mahasiswa KKN UNDIKMA 57 menunjukkan solusi kongkrit, simpel dan praktis untuk petani tomat di Sembalun.

LOMBOKPetani tomat di Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur merugi lantaran harga jual tomat anjlok saat musim panen. Sekarang harga tomat Rp 1-3 ribu per 1 kg, sebagai bentuk kekecewaan petani mereka memilih membiarkan buah tomat membusuk di pohon.

Dari kondisi ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) 57 memberikan solusi kongkrit, simpel dan praktis. Mereka  membuat pelatihan sosialisasi produk UMKM SUN READ TOMATO.

“Adapun bahannya gula, bawang putih, garam halus, lalu dijempur di sinar matahari sampai 3/4 hari kemudian dicelupkan di wadah minyak salat, seterusnya masuk di kemasan,” beber koordinator kelompok 57, Habibi dalam keterangan tertulisnya kepada Koranlombok.id.

 

Baca Juga  Jorok Dapur MBG di Bunut Baok, Tempat Cuci Ompreng Samping Toilet

Dijelaskan Habibi, SUN READ TOMATO ini juga bisa dipasarkan di semua kalangan lebih khususnya di hotel yang berada di Desa Sembalun.

“Ini bisa jadi pelengkap makanan, harga bisa melonjak tinggi satu kamplet harga 80-500 an karena kita lihat petani di Sembalun dominan petani sayur-sayur tomat dan cabai,” ceritanya.

Dari temuan ini, mahasiswa KKN UNDIKMA 57 Desa Sembalun melakukan pelatihan ini agar dapat meningkatkan pengetahuan petani maupun menyelamatkan dari harga anjlok. Harapannya, mereka nantinya bisa  mengelola tomat yang dibiarkan di pohonnya.

Baca Juga  Polisi Belum Bisa Ungkap Kasus Kematian Santri di Janapria dan Praya

“Ini harapan kami,” tutur Habibi.

Disamping itu, seorang petani tomat, Saifuddin Zohri mengeluh dengan harga tomat yang semakin anjlok. Penurunan harga tomat yang sangat drastis itu diakui menjadi musibah besar petani tomat.

“Harganya cuma Rp 1 ribu di pasaran,” ungkapnya, Jumat (13/10/2023).

Harga tomat saat ini dinilai sangat merugikan para petani, sebab tak sebanding dengan biaya perawatan yang dikeluarkannya.

Baca Juga  Terekam CCTV, Pencuri Asal Kediri Diciduk Polisi

Hal yang sama disampaikan Anah, petani tomat lainnya yang juga merugi karena harga jual saat ini.

“Tidak ada harganya sama sekali, bahkan pengepul pun enggan mau ambil,” katanya.

Dia mengaku terpaksa berkeliling menjual hasil panennya. Tak hanya itu, para petani juga membagikan hasil panen tomatnya kepada masyarakat agar tidak sia-sia. Sehingga meskipun harga tomat anjlok namun setidaknya masih bermanfaat bagi masyarakat luas.(dik)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.