LOMBOK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah beranggapan bukan momen tepat Pemkab mendatangkan grup band legendaris pada acara Begawe Beleq.
“Nggak ada pembahasan, tapi menurut saya kurang pas walaupun di satu sisi masyarakat butuh hiburan. Tetapi tidak harus mendatangkan Dewa 19 yang anggarannya mahal, nanti di LPJ harus dijelaskan,” tegas Anggota DPRD Lombok Tengah, Legewarman kepada media, Senin (30/12/2023).
Politikus PBB ini mengatakan, kedatangan Band Dewa 19 di puncak peringatan HUT Lombok Tengah ke-78 tersebut belum sesuai dengan kondisi saat ini, dimana banyak guru-guru honor di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terkait insentif yang masih kecil.
“Untuk mendatangkan Dewa 19 kok ada ya, tetapi kami setiap tahun meminta kenaikan insentif dari Rp 100 ribu ke Rp 300 ribu saja tidak pernah didengar,” keluhnya.
Lege mengatakan, anggaran tersebut setiap tahun selalu dianggarkan bahkan awal tahun secara umum, sementara itu secara aturan pihaknya hanya menanggarkan hal tersebut secara umum dan penggunaan secara spesifik merupakan urusan Pemkab Lombok Tengah.
“Kita mengetahui baru kemarin ini saja, tidak pernah secara spesifik diberitahu,” sebutnya.
Disamping itu, dalam konser Dewa 19 Ahmad Dhani sempat menyebut Prabowo namun tidak detail. Sedangkan Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri menjadi Gubernur NTB saat konser di Lapangan Bundar, Praya, Jumat (27/28/2023). Kata Ahmad Dhani, dirinya menganggap hal ini boleh-boleh saja.
“Boleh-boleh saja tapi tempatnya belum pas walaupun saya juga pendukung Prabowo, kalau doa juga ya boleh-boleh saja,” ucapnya.
Selain itu, Dhani juga mengajak semua penonton untuk berdoa agar tahun 2024 negeri kita lebih baik lagi dengan pemimpin baru. Begitu juga Dhani mendoakan agar yang sakit segera diberikan kesehatan, yang punya utang untuk segera terselesaikan.(nis)





