Camat Wanasaba Klarifikasi Dugaan Kekerasan Terhadap Jurnalis

oleh -3122 Dilihat
Ilusrasi/wartawan saat wawancara door stop

LOMBOKCamat Wanasaba, Lombok Timur Sadikin mengklarifikasi tuduhan kekerasan terhadap seorang jurnalis yang dilakukan dirinya.

Sadikin menegaskan, pihaknya tidak pernah sama sekali melakukan kekerasan berupa pencakaran dan mengambil secara paksa HP milik salah seorang jurnalis sesuai berita yang beredar.

“Tidak ada saling cakar- cakaran,” tegasnya saat dikonfirmasi jurnalis Koranlombok.id via ponsel, Kamis (14/12/2023).

Ia menceritakan, kejadian bermula saat dirinya hendak menghadiri agenda pelepasan para pensiunan di kantor Dinas Kebudayaan setempat. Sehingga usai apel pagi dirinya bergegas menuju mobil untuk menghadiri acara tersebut. Namun disaat adanya door stop oleh wartawan, Camat Wanasaba tidak bisa menutup pintu mobil.

Baca Juga  Rumor, Marc Marquez Akan Pakai Motor Terbaru Ducati di MotoGP 2024

“Sudah dikasi tahu ada tiga agenda sangat mendesak dan terlambat, tidak mengerti. Sambil foto dan rekam saya, saya jadi tidak nyaman, kecuali ada komunikasi sebelumnya,” ceritanya.

Pihaknya membantah jika tidak mau dikonfirmasi soal sampah di wilayah yang dia pimpin. Dirinya kemudian meminta wartawan agar menunggu selesai kegiatan baru dilanjutkan wawancara.

“Saya juga menghadiri kegiatan di Desa Bebidas terkait dengan pengumpulan pajak yang menjadi intruksi Bupati Lombok timur,” ceritanya lagi.

Baca Juga  Keseruan Mancing Gratis Bersama Relawan Sanaq Ganjar-Mahfud di Lotim

Camat mengaku kaget lantaran adanya pemberitaan dirinya tidak mau bicara soal sampah. Padahal saat kejadian tersebut, ia belum diberitahu bakal dikonfirmasi terkait masalah apa.

“Saya juga kaget baca tulisan itu, saya tidak tahu menahu apa yang dia mau tanya belum dia tanyakan ke saya juga,” tegasnya.

 

Atas peristiwa ini, Sadikin berharap menjadi pelajaran bagi semua pihak, sehinga bisa membangun komunikasi yang baik dalam menjalankan tugas. Termasuk jurnalis. Sebab, sebagai pemerintah kecamatan pihaknya juga mengemban tugas sesuai dengan agenda yang ada, demikian pula dengan para jurnalis memiliki tugas tersendiri.

Baca Juga  Investor Dubai Bakal Bangun Mall di Kota Praya, Begini Respons Bupati

“Seandainya tulis buku tamu saya siap bertemu, kita bisa atur waktu,” pungkasnya.

 

Berita yang beredar sebelumnya, seorang wartawan dari media Bumigora.com Mujmal mengaku dapat dugaan kekerasan dari Camat Wanasab.

“Usai mengambil hp saya, Pak Camat kemudian memberikan stafnya HP saya untuk disita,” katanya.

Atas kejadian itu, korban mengancam bakal mengambil sikap. Namun sementara ini dirinya akan berkoordinasi dengan pimpinan media tempatnya bekerja.(fen/dik)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.