LOMBOK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur mencatat ada enam kecamatan masuk wilayah rawan bencana hidrologi. Di antaranya, Kecamatan Sembalun, Kecamatan Sambelia, Kecamatan Montong Gading, Kecamatan Peringgasela, Kecamatan Keruak, dan Jerowaru. Adapun ancaman bencana berupa, angin kencang, dan tanah longsor.
“Bencana bisa saja terjadi akibat angin kencang, hujan deras, juga tanah longsor,” terang Kepala Pelaksana BPDB Lombok Timur, Lalu Mulyadi, Rabu (24/1/2024).
Dijelaskannya, meskipun musim hujan tahun 2024 terdampak El Nino di wilayah Lombok Timur, namun ancaman bencana hidrologi tetap harus diantisifasi oleh masyarakat.
Untuk mengantisifasi bencana tersebut, pihaknya menyebutkan terus melakukan penguatan kepada Tim Siaga Bencana Desa (TSBD). Sementara keberadaan TSB saat ini sudah terbentuk di 50 desa kategori rawan bencana, dan ini sebagai langkah kesiagaan menghadai bencana dari skala yang paling kecil yakni di tingkat desa, sehingga penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat.
“Kami berikan edukasi tentang peringatan dini, juga bagaimana menentukan jenis bencana yang terjadi,” katanya.
Disinggung kesiapan menghadapi potensi bencana yang ada, BPBD menyebutkan selalu siap dan siaga, sebab merupakan tugas pokok dari BPBD itu sendiri untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk segera melakukan tindakan dengan melapor ke BPBD jika mengetahui potensi bencana di wilayah masing- masing, baik berupa pohon tumbang, maupun bencana lainnya.
“Segera dilaporkan,” tuturnya.(fen)





