Cerita Hidup Penjual Cilok Viral, Sering Keluar Masuk Malaysia Jalur Gelap

oleh -3055 Dilihat
FOTO DIKI WAHYUDI JURNALIS KORANLOMBOK.ID Agus Salim penjual cilok keliling yang viral di media sosial.

Hari ini jagat media sosial tengah diramaikan dengan aksi heboh penjual cilok keliling bernama, Agus Salim. Pria berusia 32 tahun ini setiap melayani pembeli selalu berjoget ceria sembari diiringi alunan musik. Aksi Bang Agus berhasil mengundang para netizen ramai-ramai memoting dan membagikan videonya.

 

Di balik keceriaannya itu, Anda belum tahu cerita hidup Agus sebelumnya. Dia mengaku tahun 2008 silam, pernah keluar masuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) jalur gelap alias illegal tujuan Malaysia.  Terakhir tahun 2014 ia kembali ke tanah air dan memutuskan untuk tidak lagi menjadi TKI.

Selama di Malaysia, Agus kerja di sumil bukan menjadi pemetik sawit seperti TKI pada umumnya. Tapi dia memiliki cerita pahit selama keluar masuk Malaysia jalur gelap. Agus dua kali pernah dikejar petugas Imigrasi Malaysia saat hendak masuk melalui jalur Batam.

Baca Juga  Kepala Dinsos NTB Ungkap Dua Lokasi Sekolah Rakyat yang Siap di NTB

“Pertama saya terjun dari jurang kurang lebih 50 meter, saya kemudian nyangkut di pohon. Alhamdulillah untung tidak ketangkap,” ceritanya kepada jurnalis Koranlombok.id, Jumat (16/2/2024).

Kedua lanjutnya, pada saat hendak masuk Malaysia menggunakan perahu motor jalur perairan Batam. Saat itu sedang berlangsung operasi petugas Imigrasi, rombongan TKI illegal yang di dalamnya ada Agus harus kembali ke tangah laut begitu mengetahui ada petugas operasi. Perahu motor yang ditumpangi ini kemudian di tengah laut mematikan mesin sebagai cara mengelabui petugas.

Baca Juga  Caleg Perempuan Minimal 30 Persen, Begini Respons KPU Loteng

“Itu sampai 3 jam di tengah laut. Kalau orang Malaysia bilang lubang tikus sudah jebol,” katanya.

Setelah lama di tengah laut kemudian para rombongan TKI gelap ini dilepas di hutan belantara. Mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki dengan arah yang tidak jelas. Beruntung menemukan kampung setelah beberapa jam melalui hutan.

“Itu cerita pahit, kalau manisnya bisa shoping di sana,” ujarnya sembari tertawa.

Dari semenjak itu tahun 2014 Agus tidak lagi masuk ke Malaysia. Dia memutuskan akan bekerja di Lombok agar selalu dekat dengan anak dan istrinya.

“Dulu pentol saya ambil di orang, sekarang sudah buat sendiri,” kata bapak tiga anak ini.

Baca Juga  Kasus Pengerusakan Rumah di Mujur Mulai Ditangani Polisi

Dari hasil berjualan sehari, ia bisa meraup untung sampai Rp 150 ribu. Dengan kondisi ini ia merasa bersyukur dan cukup dari hasil jual cilok keliling.

“Istri juga sangat mendukung, dan paling penting pekerjaan saya halal,” ucapnya.

Agus mengetahui juga bahwa dirinya tengah viral di media sosial akhir ini. Ada respons positif dan negatif atas aksi joget saat berjualan.

“Kalau say abaca komentar netizen ada yang bilang saya gila, ya saya tidak gila. Cuma ini cara saja biar pelanggan terhibur dan banyak juga yang beli,” tutup pria asal Desa Monggas, Kecamatan Kopang itu.(dik)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.