Cuaca Ekstrem, 43 Rumah Tertimpa Pohon Tumbang di Lombok Tengah

oleh -1269 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID Potongan di pinggir jalan raya menuju simpang empat Rabithah, Praya.

LOMBOK – Cuaca ekstrem dirasakan masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). sementara data terbaru di Lombok Tengah terdapat 43 rumah tertimpa pohon tumbang dan angina puting beliung.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, H. Ridwan Makruf mengatakan data sementara dari tanggal 11 sampai hari ini ada 43 unit rumah tertimpa pohon tumbang.

“Dari 43 rumah ini, 20 rumah belum masuk suratnya untuk permohonan bantuan,” terangnya kepada media, Kamis (14/3/2024).

Ridwan menyampaikan, terkait lokasi paling parah dampak angin kencang tersebut tidak bisa diprediksi oleh BPBD. Karena hampir sama di beberapa tempat seperti di Puyung, Sukadana, Montong Sapah, dan Praya Barat.

“Semua kecamatan sama, seperti di Kecamatan Batukliang juga ada yang terdampak, Kecamatan Kopang juga ada tanah longsor kemarin Kades yang melapor,” ungkapnya.

Baca Juga  Relokasi Pasar Hewan Batunyala Gagal Total, Kades: Kasian Masyarakat

 

Terkait kondisi cuaca ekstrem ini, pihaknya memperkirakan sampai tanggal 17 Maret 2024 sesuai data dari BMKG, untuk itu ia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat berpergian.

“Karena pohon tumbang ini kita tidak tahu, banyak yang sudah menghalangi jalan kalau kita tidak segera eksekusi ada antrean panjang,” ceritanya.

 

Untuk sementara ini korban jiwa dan korban luka masih belum ada di Lombok Tengah, sedangkan pohon tumbang yang menghalangi jalan saja sudah 15 pohon, untuk antisipasi hal tersebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) dan Dinas Lingkuhan Hidup (DLHK).

Baca Juga  Jelang PON, Kadispora Lombok Barat Ungkap Kondisi Anggaran Memprihatinkan

 

“Kalau bantuan kita tunggu surat untuk asesment berapa kebutuhan untuk kayu dan sebagainya, tapi kalau kebutuhan logistik darurat sudah kita berikan saat kita turun ke lapangan,” bebernya.

 

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Lombok Tengah, Supriadin mengatakan pihaknya telah melakukan pemotongan ranting dan penebangan pohon yang rawan roboh sejak hari minggu lalu.

Untuk mengantisipasi pohon yang rawan roboh karena terpaan angin kencang, pihaknya memberikan tanda kepada pohon-pohon yang sekiranya dalam kondisi lapuk dan dieksekusi dengan cara ditebang atau hanya sekadar memotong ranting.

Supriadin mengatensi sejumlah pohon trembesi di sekitar Alun-alun Tastura yang membahayakan masyarakat dan para pedagang di sekitar jalan.

Baca Juga  Disnakertrans Lotim Imbau Masyarakat Tak Tergiur Rayuan Tekong

“Ada beberapa lokasi bersama PLN dan BPBD kami membantu evakuasi pohon beringin yang tumbang di dekat Matra, ada juga di depan Makam Pahlawan, dekat Yanmu, dan sebelumnya di Ketare dan Labulia,” ungkap pria yang akrab disapa Sopo itu.

 

Sementara untuk wilayah luar Kota Praya, pihaknya menerima laporan untuk pembersihan dahan pohon yang ambruk terutama di jalur jalan nasional.

Kadis mengaku telah menyiapkan satu tim dengan perlengkapan 3 mesin chainsaw, namun karena skylift atau tangga hidrolik sedang dalam perawatan tim terpaksa bekerja dengan cara manual.

“Tiap hari kita atensi tadi pagi kita sudah keliling, tadi kita bergerak di Karang Kerem,” pungkasnya.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok.id merupakan salah satu media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok.id selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.