LOMBOK – Tercatat sebanyak 17 unit rumah warga terdampak cuaca ekstrem di Kecamatan Sakra, Lombok Timur. Dimana 11 rumah berada di Dusun Jurang Monte, Desa Suangi dan enam rumah berada di Dusun Montong Nyiur, Desa Sakra.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur, L. Mulyadi menerangkan rumah warga yang rusak akibat diterjang angin kencang dan hujan lebat, Minggu malam (17/3/2024) sekitar pukul 19.00 Wita.
“Kita masih melakukan pendataan, penanganannya nanti tergantung kerusakan, rusak ringan kita swadaya,” terangnya, Senin (18/3/2024).
Pihaknya menegaskan jika pendataan yang dilakukan oleh pihak BPBD nantinya akan mengkrosecek secara langsung kondisi di lapangan. Sehingga nantinya bisa mengklasifikasikan jenis kerusakan rumah tersebut. Menurut dia, ini penting dilakukan secara langsung oleh tim dari BPBD untuk memastikan kategori kerusakan sesuai dengan fakta dan kondisi yang ada di lapangan.
“Tim kami tetap turun untuk memastikan kondisi kerusakan rumah tersebut,” katanya.
Dijelaskannya, potensi cuaca ekstrem masih belum bisa dipastikan kedepannya, namun BPBD mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan musibah yang terjadi di tengah masyarakat. Sehingga pihaknya bisa segera mengambil tindakan penanganan. BPBD juga mengimbau agar masyarakat pesisir pantai dapat terus update terhadap kondisi cuaca yang dirilis BMKG demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan saat melakukan aktivitas melaut.
“Kita harap masyarakat segera berikan laporan dan koordinasi jika ada bencana di wilayah masing- masing,” harapnya.
Adapun data detail sementara kerusakan rumah warga di Kecamatan Sakra, 14 rumah teridentifikasi rusak ringan dengan kondisi, rusak atap sebagian yang terbuat dari spandek. Sedangkan tiga rumah di Desa Suangi Timur di kategorkan rusak sedang dan berat degan kondisi tembok rumah dan atap roboh sebanyak satu unit, atap rumah rusak semuanya sebanyak dua unit.
Akibat kejadian tersebut diperkirakan kerugian sementara mencapai, Rp 150 juta, masing – masing rumah 50 juta diperkirakan di Dusun Nyiur, Desa Sakra dan Rp 100 juta di Desa Suwangi Timur.(fen)





