Jika Suhaili Diusung Golkar Cukup Mengganggu Psikologis Pathul

oleh -5387 Dilihat
FOTO DIOLAH KORANLOMBOK.ID Dari kanan mantan Bupati Lombok Tengah dua periode, H. Moh. Suhaili FT, tengah Dubes untuk Turki Lalu M. Iqbal dan kiri Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri.

LOMBOK – Tiga tokoh asal Lombok Tengah yakni, H.Moh. Suhaili FT, H. Lalu Pathul Bahri dan Lalu Muhammad Iqbal dikabarkan bakal maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024. Namun dari tiga tokoh ini terdapat plus-minus.

“Menurut saya, sekarang ketiga tokoh ini sama-sama sedang cek ombak sekaligus sama-sama sedang mencuri perhatian calon pemilih guna meningkatkan elektabilitas yang nanti akan tergambar dari hasil survei,” kata Pengamat Politik NTB Dr. Agus, M.Si kepada jurnalis Koranlombok.id, Sabtu (30/3/2024).

Sementara mantan Bupati Lombok Tengah dua periode Suhaili FT, menurut Agus tidak bisa dipandang remeh. Bahkan jika Suhaili diusung oleh Partai Golkar akan cukup menganggu psikologis Bupati Lombok Tengah Pathul untuk maju di Pilgub.

“Kita ketahui Suhaili punya jasa politik yang besar bagi Pathul dalam Pilkada Lombok Tengah 2020, dan Pathul salah satu politisi yang agak sulit melupakan jasa Suhaili,” sebut pria sekaligus Dosen di UIN Mataram ini.

Baca Juga  Pelaku Pariwisata Mengeluh, Wamanpar Bocorkan Langkah ke Depan

“Maka menurut saya kedua tokoh ini harus ada yang mengalah guna saling mengisi,” sambung mantan Ketua KPU Lombok Tengah tersebut.

Sedangkan untuk posisi Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Turki, Lalu Muhammad Iqbal sebagai penantang. Namun Iqbal harus lebih awal mendeklarasikan diri untuk mendapatkan elektabilitas yang melompat tinggi guna meyakinkan partai politik. Tapi sayang hingga saat ini elektabilitas Iqbal belum juga menunjukkan peningkatan signifikan.

“Angka elektabilitas sangat penting bagi Iqbal karena dia merupakan tokoh non-partai politik,” tegasnya.

 

Disamping itu jika melihat dari sisi kematangan secara personal, maka kematangan intelektual ada pada Iqbal. Sebab, Dubes untuk Turki ini memiliki latar belakang pendidikan yang baik dan pengalaman birokrasi pemerintahan yang cemerlang. Namun dilihat dari kematangan kepemimpinan politik tentu ada pada Suhaili, karena Uhel pernah menjadi Ketua DPRD Provinsi, Bupati dua periode. Dua posisi politik ini dirasa sudah cukup menjadi penggemblengan politik bagi Suhaili untuk menjadi gubernur.

Baca Juga  Menteri Sandiaga Uno Batal Turun ke Air Terjun Benang Kelambu-Stokel

“Tapi kalau melihat secara momentum karena kadang-kadang politik itu adalah momentum, maka Pathul lebih unggul,” sebutnya.

“Yang jelas masing-masing tokoh ini memiliki keunggulan sekaligus kelemahan,” sambung Agus.

 

Ditambahkan Agus, saat ini tiga tokoh tentu sedang menunggu keluar survey. Dirinya yakin ketika hasil survei keluar maka bakal mengerucut pada satu atau paling banyak dua calon dari Lombok Tengah.

“Kalau tiga-tiganya bisa saja mereka bertiga kalah dalam Pilgub, apalagi ketiganya hanya mengharapkan sokongan elektoral terbesar dari Lombok Tengah,” ungkapnya.

Jika dilihat dari sisi paling berpeluang maka yang bisa memperoleh tiket adalah Pathul. Dimana Pathul sebagai Ketua DPD Partai Gerindra dan berhasil memenangkan Prabowo dalam Pilpres 2024, belum lagi ditambah Pathul sebagai Ketua PC NU Lombok Tengah dan Bupati Lombok Tengah.

Baca Juga  Dinilai Janggal, Keluarga Korban Pembunuhan dengan Potasium Protes ke Pengadilan Praya

“Jika tiga modal politik ini bisa dimaksimalkan untuk saat ini posisi Pathul lebih unggul dibandingkan dua tokoh lainnya,” yakinnya.

Menurut dia, ini adalah momentum emas bagi Pathul jika terpilih menjadi Gubernur maka Presiden dan Gubernur satu partai politik. Tentu akan menguntungkan bagi keberpihakan kebijakan pemerintah pusat di NTB.

“NTB pernah mengalami masa tersebut pada pemerintahan TGB yang merupakan satu partai dengan Presiden SBY. Dampaknya kebijakan pemerintah pusat khususnya pembangunan infrastruktur terfokus di NTB,” katanya lagi.

Disinggung pada era pemerintahan Zulkifliemansyah dimana gubernur dan presiden berbeda partai.

“Kita rasakan pembangunan di NTB agak tersendat untuk tidak mengatakan ada kemunduran,” tutup Agus.(dik)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.