Pawai Lampion Ditiadakan, Remaja di Praya Ramai-ramai Protes

oleh -3407 Dilihat
FOTO DOK KORANLOMBOK.ID Ini penampilan miniature masjid salah satu kelompok peserta pawai lampion takbiran keliling tahun 2023.

 

LOMBOK – Tidak ada hujan tidak ada angin. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah telah memutuskan bahwa tidak ada pawai lampion takbiran keliling yang diselenggarakan pemerintah kabupaten tahun 2024.

Dari berita yang berkembang di media sosial, sejumlah pihak menyampaikan protes mereka kepada pemerintah. Pemuda atau remaja protes karena tidak ada pemberitahuan sejak awal, sementara mereka mengaku telah menghabiskan dana jutaan hingga belasan juta untuk membuat miniature masjid dan kebutuhan lampion lainnya.

“Total perkiraan biaya dihabiskan adik-adik di Kampung Tanggak 12 sampai 13 juta,” ungkap Ivan salah satu tokoh pemuda di Tanggak.

Dia menyampaikan bahwa sampai saat ini proses pembuatan lampion dan miniature masjid masih berlangsung. Ia mengaku remaja di sana kecewa dengan pemerintah yang tiba-tiba meniadakan pawai lampion tingkat kabupaten.

Baca Juga  Daftar Nama 87 Desa yang Akan Pilkades 2026 di Lombok Tengah

“Pokoknya kita semua kecewa,” tegasnya.

 

Hal sama disampaikan pemuda di Kelurahan Praya, Rian Mahesa alias Bading. “Kami harapkan acara ini akan terus di rangkaikan setiap tahun, justru harus paling meriah di bandingkan kegiatan kegiatan lainnya,” katanya dengan nada protes.

Menurut dia, ini adalah agenda kemenangan yang ditunggu tunggu semua masyarakat khususnya di Kabupaten Lombok Tengah. Lebih miris dan kecewanya lagi, sudah banyak masyarakat atau beberapa remaja kampung yang telah mempersiapkan jauh-jauh hari untuk ikut serta dalam rangkaian pawai lampion.

Baca Juga  Parkir Kurang Satu Jam di Bandara Bayar 360 Ribu, GM Bandara Lombok Minta Maaf

“Kami justru sangat kaget menerima informasi kalau agenda ini tidak dilaksanakan,” ungkapnya.

Dikatakan Bading, di Kota Praya adalah mayoritas masyarakat yang merayakan Idul Fitri. Harusnya kegiatan ini dipersiapkan dengan matang dan terkonsep maksimal, namun disayangkan perhatian serta prioritas dalam agenda setahun sekali ini tidak masuk dalam agenda kalender event pemerintah kabupaten.

“Pokoknya kami sangat kecewa sekali,” katanya.

 

Sementara itu, Pemkab Lombok Tengah menyampaikan jika tidak menyelenggarakan pawai lampion takbiran yang terpusat di Kota Praya seperti pada tahun lalu.

Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Lombok Tengah, Muslehudin menegaskan, kegiatan pawai lampion bakal diselenggarakan di masing-masing kecamatan.

Baca Juga  Kapolres Bima Tak Hadir di Persidangan Praperadilan Badai NTB

Dia berdalih pawai lampion takbiran keliling di masing-masing kecamatan untuk menyebarkan semarak hari kemenangan ke seluruh wilayah tak hanya terpusat di Praya saja.

“Detailnya kita nanti coba tanyakan apa alasannya karena saya juga baru juga di sini bertugas, tapi dari kesepakatan rapat pada awal Maret lalu seperti itu,” ungkapnya kepada jurnalis Koranlombok.id Rabu, (3/4/2024).

Sementara soal anggaran untuk penyelenggaraan pawai lampion di masing-masing kecamatan, ia tidak mengetahui dengan jelas dari mana sumber anggaran.

“Karena baru menjabat beberapa pekan,” jawabnya.(dik/nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.