Rawan Ditunggangi Kepentingan Politik, Rekrutmen Pimpinan Baznas Lotim Disorot

oleh -3063 Dilihat
DOK PRIBADI Arsa Ali Umar

 

 

LOMBOK – Beredar Surat Edaran (SE) terkait rekrutmen Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur menjadi sorotan banyak pihak. Apalagi di tengah mulai berlangsungnya tahapan Pilkada 2024, bisa saja akan ditunggangi kepentingan politik.

Salah satu tokoh pemuda Lombok Timur Arsa Ali Umar meminta dengan keras agar rekrutmen ini ditunda. Dia melihat lebih tepat Pemkab Lombok Timur menunjuk Pelaksana Tugas (PLT) untuk mengisi kekosongan. Sembari menunggu kepala daerah terpilih dilantik.

Baca Juga  Tim Maiq-Meres Mulai Khawatir, Hasan Masad: Penamaan Jembatan 459 Tidak Tepat

“Sebaiknya untuk menghindari gesekan dan politik of interes karena saat ini masuk momentum politik, maka sebaiknya untuk rekrutmen Pimpinan BAZNAS diundurkan,” katanya kepada jurnalis Koranlombok.id, Senin (22/4/2024).

Dijelaskannya, kondisi lain yang menjadi perhatian pihaknya yakni, pihak terkait yang akan melaksanakan rekrutmen berstatus sebagai penjabat. Baik Bupati dan Sekda, demikian pula dengan Kakanmenag masih diduduki Plt.

Baca Juga  Diduga Gunakan Uang Desa untuk Bayar Utang, Kades Jango Didesak Mundur

“Mutasi ASN saja tidak dibolehkan karena ini sifatnya jabatan sementara dan belum penuh,” tegasnya.

Sementara kata dia, soal surat edaran yang bocor dan belum ditanda tangan pihak terkait. Dirinya mendesak untuk diundur sampai ada bupati definitif.

Pria sekaligus Ketua GERAK-NTB menyampaikan, jika dipaksakan akan dilakukan. Pihaknya khawatirkan gesekan dan benturan kepentingan politik pada masa momentum politik tidak dapat dielakkan dan berdampak pada kinerja pimpinan Baznas kedepannya.

Baca Juga  MotoGP 2025, Polres Siapkan Langkah Antisipasi Isu Konflik Lahan

“Harusnya Kepala Kemenag itu menghindari diri untuk membuat kebijakan-kebijakan seperti ini dulu,” sentilnya.

 

Disamping itu dengan beredarnya SE rekrutmen pimpinan Baznas yang belum ada setempel dan tandatangan, Plt. Kemenang Lombok Timur H. Sulhi menyampaikan permohonan maaf. Pihaknya mengatakan jika menerima surat tersebut dari Kabag Kersa Setda.

“Saya kira surat itu sudah ditanda tangani, jadi saya minta maaf,”singkatnya. (fen)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.