LOMBOK – Peta politik jelang Pilkada Lombok Tengah 2024 semakin terang. Politikus Partai Golkar H. Achmad Puaddi FT bersama Direktur PT. Muhsinin Tour & Travel H. Ahmad Muharis terlihat semakin mesra.
Senin sore (13/5/2024), keduannya melakukan pertemuan secara khusus yang berlangsung di kediaman Bos Muhsinin di Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya.
“Silaturrahmi saja dinda, biasa,” kata H. Ahmad Muharis yang dikonfirmasi jurnalis Koranlombok.id, Selasa pagi (14/5/2024).
Muharis enggan membeberkan isi pembicaraan dengan adik kandung mantan Bupati Lombok Tengah dua periode H. Moh. Suhaili FT itu.
Akan tetapi garis besarnnya, kata Muharis, Tuan Puadd berharap untuk sama-sama berikhtiar untuk Lombok Tengah. Apa yang diharapkan Tuan Puadd, Muharis mengaku sangat mengapresiasi.
“Namun tentu kita lihat respons masyarakat dulu,” jawabnya.
Saat ini, Muharis sedang menunggu hasil lembaga survey terhadap dirinya. Demikian juga mantan Ketua DPRD Lombok Tengah, Tuan Puadd Bodak.
“Artinya semua biarlah seperti air yang mengalir dulu,” tuturnya.
Posisi Muharis sekarang, bakal melihat seperti apa respons masyarakat dan hasil survei. Sebab, yang memilih adalah masyarakat Lombok Tengah.
Disamping itu diketahui jika Tuan Puadd Bodak telah mendaftarkan diri maju di Pilkada melalui Partai Golkar, NasDem dan PKB.
“Saya dengan beliau (H. Muharis) sudah seperti saudara, artinya harus tetap bersilaturahmi,” katanya usai pertemuan.
Apakah ada kaitan silaturahmi dengan Pilkada, Tuan Puadd tidak membantah. Katanya, semua bakal calon yang berniat maju, pasti akan melakukan hal yang sama, silaturahmi dengan siapa pun. Namun untuk saat ini semua masih dinamis.
Tuan Puadd menilai Bos Muhsinin merupakan sosok yang ideal dan potensial. Memiliki pengalaman kepemimpinan yang baik. Terbukti dari keberhasilan memimpin perusahaan yang bergerak dalam bidang travel dan umrah dengan puluhan ribu jemaah. Sehingga menurut dia, Muharis sudah memiliki pengalaman tentang bagaimana memimpin orang bahkan daerah.
“Memimpin orang untuk sampai ke Arab Saudi itu bukan perkara gampang dan mudah,” katanya.(dik)





