LOMBOK – Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah Muhamad Kamrin menyangkal ada bisnis bantuan N2 cair atau nitrogen cair di eks Kantor UPT Pertanian Ketejer, Praya.
Dalam klarifikasinya, Kamrin menceritakan awal mula bagaimana bibit ternak (Straw) sapi dalam bentuk sperma program pemerintah pusat ini diberikan kepada daerah. Dijelaskan dia, pada tahun 2024 pusat memberikan bibit ternak tanpa diberikan N2 cair. Sementara benih ini membutuhkan N2 cair atau nitrogen, sehingga pihak dinas bersama petugas berinisiatif membeli dengan cara swadaya.
“Jadi tidak benar ada bisnis di situ, kami lakukan ini sebagai kebutuhan pelayanan kepada masyarakat saja,” tegasnya saat dihubungi Koranlombok.id, Senin (27/5/2024).
Dijelaskan Kamrin, pada tahun ini pemerintah Lombok Tengah melalui Dinas Pertanian hanya menerima 10 ribu bibit bantuan atau straw. Untuk menjaga benih tetap dalam kondisi bekuk, maka pihaknya secara swadaya membelikan N2 cair.
“Straw atau sperma bentuk sapi birahi diberikan agar keturunan unggul. Masyarakt kita ini ketika sapi birahi mereka mencari petugas inseminator, perternak kita sadar dalam rangka meningkatkan ekonomi harus dapat bibit unggul maka minta disuntikan oleh petugas,” terangnya.
Disampaikan Kadis, sementara kebutuhan N2 cair tidak bisa dibeli secara ecer melainkan harus dibeli dengan jumlah besar. Selanjutnya, N2 cair ini mirip dengan gas yang menguap. Anehnya, N2 cair yang penting dibutuhkan untuk menjaga bibit malah tidak diberikan oleh pemerintah pusat.
“Yang kami diberikan oleh pemerintah pusat bibit atau benih tanpa N2 cair,” ungkap dia.
Dibeberkan Kamrin, N2 cair ini dibeli tanpa menggunakan uang daerah atau APBD. Uang untuk membeli nitrogen tersebut dari orang-orang dinas dan petugas.
“Baru nanti petugas minta benih lalu diambil untuk disuntikan kepada ternak warga, nah untuk menjaga bibit atau benih sekali lagi kita butuh N2 cair untuk menjaga itu semua. Jadi tidak ada yang dibeli-beli,” tegasnya kembali.
Saat petugas melakukan penyuntikan apakah ada biaya dikenakan? Kamrin membantah keras. Ia memastikan tidak ada pematokan.
“Ada uang rokok biasa diberikan, tapi itu tidak dipatok ya. Kita tahu lah itu mereka rasik-rasikan (cocok-cocokan, red) dengan petugas yang suntik,” dalihnya.
Ditambahkan ia, dalam membeli N2 cair harus beli paketan satu kontainer karena tidak bisa beli satu box. Bahkan kadang saat memesan N2 cair, Lombok Tengah dengan daerah lain secara bersamaan melakukan pemesanan agar jumlah besar.
“Bukan hanya Loteng mungkin daerah lain sama juga,” katanya.
Disentil Kamrin, sekarang kondisi memperihatinkan di bidang peternakan. Sebab, banyak kegiatan diberikan tanda bintang. Salah satu contoh, biaya operasional (BOP) atau honor untuk petugas inseminasi buatan (IB) sekarang tidak ada.
Terakhir, Kamrin juga mengaku telah mendalami soal isu adanya penjualan N2 cair, dan dirinya memastikan informasi itu salah besar.(dik)





