LOMBOK – Kasus pengerusakan tembaku petani terjadi di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Kali ini tembakau warga dirusak dengan menggunakan racun rumput hingga gosong.
Petani yang dirusak tembakaunya di Desa Jerowaru, Andi menceritakan jika tanaman tembakau miliknya dirusak orang tidak dikenal menggunakan racun rumput jenis round up. Akibatnya, puluhan biji tanaman tembakau gosong hingga menjadi kering.
“Saya tidak tahu tembakau saya dirusak, karena sebelumnya bagus saja,” ungkapnya kepada jurnalis Koranlombok.id, Senin (12/8/2024) via telepon.
Peristiwa tersebut dirinya ketahui setelah diberikan informasi oleh salah satu warga di sekitar lahan tempat ia menanam tembakau. Kemudian Minggu sore (11/8/2024), dirinya mengecek tembakau miliknya yang sudah dalam kondisi gosong.
“Sekitar 15 titik gosong, tapi ada satu titik yang paling parah lebih banyak yang gosong dari pada yang bagus,” ceritanya.
Andi mengatakan jika tanaman tembakau miliknya ditanam di lahan seluas 40 are. Dari luas itu tercatat sekitar 100 batang tembakau miliknya gosong karena dirusak. Akan tetapi pihaknya belum bisa menghitung berapa kerugiannya.
Dia berharap adanya peningkatan pengawasan dari babinkamtibmas, babinsa, dan usnur lainnya di desa agar peristiwa serupa tidak terulang kembali. Sebab, para petani mengeluarkan biaya cukup besar untuk merawat tembakau hingga bisa dipanen dan dijual.
Diketahui harga beli tembakau kering saat ini cukup tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan informasi yang diterima koranlombok.id harga beli tembakau kering Rp 3 juta sampai Rp. 4 juta perkwintalnya, sesuai warna dan kwalitas.
Sementara harga ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang berkisar Rp 2,3 juta hingga Rp 3 juta untuk daun pertama.
Terpisah, Camat Jerowaru, Lalu Kamaruddin membenarkan adanya pengerusakan tembakau petani di wilayahnya. Kata dia, pengerusakan tanaman tembakau di Desa Wakan belum diketahui penyebabnya. Namun berdasarkan informasi yang pihaknya terima tercatat sebanyak lima baris (bantar, red) tanaman tembakau dari luas lahan tanam sekitar satu hektare milik petani yang dirusak orang tidak dikenal.
“Ada kejadian ditebas sekitar lima bantar,” katanya, Senin (12/8/2024).
Berkaitan dengan penyebab dilakukan pengerusakan, pihaknya sejauh ini belum bisa menyimpulkan penyebabnya. Sebab, pihaknya belum menerima laporan.(fen)





