LOMBOK – Kepala Desa Apitaik Kecamatan Peringgabaya, Lombok Timur diduga mengancam akan membunuh pekasih di Desa Batuyang Muhammad Amin. Atas kejadian ini, pihak keluarga dari pekasih keberatan dan mengancam akan melaporkan ke polisi.
Peristiwa ini berawal dari dipanggilnya pekasih ini oleh Pemerintah Desa Apitaik untuk mengkalrifikasi keluhan warga terkiat irigasi di Dusun Bagek Longgek, Desa Batuyang.
Ceritanya, saat pekasih hadir di kantor Desa Apitaik, Kades diduga meneriaki pekasih dengan ancaman hingga menimbulkan reaksi yang dapat membahayakan pekasih.
“Masuk gerbang diteriaki sematek (bunuh, red) dia, sampai ada yang angkat parang. Langsung Kades yang teriak,” cerita Saefudin anak pekasih sekaligus korban kepada jurnalis Koranlombok.id, Selasa (27/8/2024).
Akibat kejadian ini, keluarga menegaskan akan melakukan upaya hukum dengan melaporkan Kades. Sebab telah menimbulkan ketegangan di bawah.
“Kami akan lapor, saya tidak terima orang tua saya diancam- ancam akan dibunuh,” ancamnya tegas.
Diceritakan Saefudin, peristiwa ini berawal dari adanya SK pengangkatan pekasih yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Apitaik Kecamatan Peringgabaya dan menimbulkan keributan di tengah masyarakat. Dimana, pekasih tersebut dinilai tidak bekerja dengan baik sehingga dikeluhkan oleh petani.
“Petani melapor tidak ada air, ada yang tanamannya gagal panen. Kalau mau dapat air harus bayar,” ungkapnya.
Namun saat pekasih dari Batuyang memberikan air kepada petani, terjadi keributan karena adanya subak (Petani) yang pro kepada pekasih dari Apitaik yang berujung melapor ke Pemdes Apitaik.
Ia menyampaikan, jika persoalan ini sudah cukup lama terjadi. Katanya, bahkan sempat dilakukan mediasi hingga tingkat kabupaten. Sementara pekasih dari Desa Batuyang tetap menjalankan tugas. Diduga juga adanya SK pengangkatan pekasih sepihak dari Desa Apitaik yang kemudian menimbulkan masalah, hingga membuat warga Batuyang geram.
“Kita sedang tunggu pengacara, ini sudah kelewatan batas,” sesalnya.
Kades Batuyang Rusdi Zain yang beberapa kali dikonfirmasi Koranlombok.id belum memberi keterangan kendati sudah dihubungi via ponsel.
Serupa juga saat jurnalis koranlombok.id berusaha mengkonfirmasi Kades Apitaik belum ada respons sampai berita ini diturunkan.(fen)





