Kades Diduga Ancam Bunuh Pekasih di Lotim, Keluarga Akan Lapor Polisi

oleh -1976 Dilihat
FOTO ISTIMEWA FOR KORANLOMBOK.ID / Pekasih bersama unsur Pemdes Batuyang saat berdiskusi terkait kisruh ancaman kepada pekasih di kantor desa setempat, Selasa (27/8/2024).

 

LOMBOK – Kepala Desa Apitaik Kecamatan Peringgabaya, Lombok Timur diduga mengancam akan membunuh pekasih di Desa Batuyang Muhammad Amin. Atas kejadian ini, pihak keluarga dari pekasih keberatan dan mengancam akan melaporkan ke polisi.

Peristiwa ini berawal dari dipanggilnya pekasih ini oleh Pemerintah Desa Apitaik untuk mengkalrifikasi keluhan warga terkiat irigasi di Dusun Bagek Longgek, Desa Batuyang.

 

Ceritanya, saat pekasih hadir di kantor Desa Apitaik, Kades diduga meneriaki pekasih dengan ancaman hingga menimbulkan reaksi yang dapat membahayakan pekasih.

Baca Juga  50 Wanita Pengrajin Rotan dari Loang Maka Dilatih Inovasi Hingga Ekspor Produk

“Masuk gerbang diteriaki sematek (bunuh, red) dia, sampai ada yang angkat parang. Langsung Kades yang teriak,” cerita Saefudin anak pekasih sekaligus korban kepada jurnalis Koranlombok.id, Selasa (27/8/2024).

 

Akibat kejadian ini, keluarga menegaskan akan melakukan upaya hukum dengan melaporkan Kades. Sebab telah menimbulkan ketegangan di bawah.

“Kami akan lapor, saya tidak terima orang tua saya diancam- ancam akan dibunuh,” ancamnya tegas.

 

Diceritakan Saefudin, peristiwa ini berawal dari adanya SK pengangkatan pekasih yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Apitaik Kecamatan Peringgabaya dan menimbulkan keributan di tengah masyarakat. Dimana, pekasih tersebut dinilai tidak bekerja dengan baik sehingga dikeluhkan oleh petani.

Baca Juga  PKB Usulkan Pilgub Ditiadakan Tahun 2024

“Petani melapor tidak ada air, ada yang tanamannya gagal panen. Kalau mau dapat air harus bayar,” ungkapnya.

 

Namun saat pekasih dari Batuyang memberikan air kepada petani, terjadi keributan karena adanya subak (Petani) yang pro kepada pekasih dari Apitaik yang berujung melapor ke Pemdes Apitaik.

Ia menyampaikan, jika persoalan ini sudah cukup lama terjadi. Katanya, bahkan sempat dilakukan mediasi hingga tingkat kabupaten. Sementara pekasih dari Desa Batuyang tetap menjalankan tugas. Diduga juga adanya SK pengangkatan pekasih sepihak dari Desa Apitaik yang kemudian menimbulkan masalah, hingga membuat warga Batuyang geram.

Baca Juga  Bobon Santoso Akan Masak Besar di Polres Lombok Tengah

“Kita sedang tunggu pengacara, ini sudah kelewatan batas,” sesalnya.

 

Kades Batuyang Rusdi Zain yang beberapa kali dikonfirmasi Koranlombok.id belum memberi keterangan kendati sudah dihubungi via ponsel.

Serupa juga saat jurnalis koranlombok.id berusaha mengkonfirmasi Kades Apitaik belum ada respons sampai berita ini diturunkan.(fen)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.