LOMBOK – Hujan lebat disertai angin kencang terjadi di wilayah Provinsi NTB. Kabupaten Lombok Tengah terdampak dari cuaca buruk beberapa hari terakhir ini. Akibatnya, 75 rumah di Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara rusak. Begitu menimpa satu sekolah TK / PAUD, satu Madrasah Ibtidaiyah dan Puskesmas Teratak rusak berat.
Kepala Pelaksana badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Lombok Tengah Ridwan Mak’ruf mengatakan sejumlah wilayah terdampak bencana angin puting beliung di Lombok Tengah. Namun kata dia, paling parah terjadi di Desa Teratak
“Memang Desa Teratak yang paling parah terdampak,” katanya saat dihubungi koranlombok.id Jumat, (21/3/2025).
Dari bencana alam ini, ada wacana mendirikan pos pengungsian di Desa Teratak. Tapi masih dipantau dan tergantung bagaimana situasi yang terjadi di lapangan.
Pada momen bulan Ramadan ini, Ridwan mengingat kepada masyarakat agar perlu ekstra hati-hati. Begitu juga dalam mendirikan pos pengungsian, terlebih masyarakat yang terdampak juga saat ini telah mengungsi sementara waktu di tempat kerabat dan saudara mereka.
Di tempat lainnya wilayah terdampak angin puting beliung di Kecamatan Praya Barat Daya tepatnya di Dusun Kending Sampi dan beberapa tempat di Desa Bangket Parak.
Sampai saat ini laporan yang BPBD terima, total secara keseluruhan di Lombok Tengah ada ratusan rumah yang terdampak angin puting beliung efek dari cuaca buruk.
Sementara ini BPBD Lombok Tengah mengupayakan berkoordinasi dengan Pemprov NTB terkait pemberian bantuan, hal tersebut karena akhir tahun 2024 pihaknya banyak menerima laporan kejadian bencana yang tak terprediksi dan berpengaruh terhadap ketersediaan logistik dan anggaran bantuan dana stimulan.
“Kami coba April ini punya logistik dan dana stimulan kembali, karena kita akan geser anggaran pengadaan,” kata Ridwan.
Kalak memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak sering keluar rumah saat cuaca buruk, selain itu juga dirinya berpesan agar masyarakat selalu waspada dan menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari bencana banjir.
“Karena cuaca seperti ini akan berlangsung selama 4 sampai 5 hari kedepan,” prediksinya.
Salah satu warga terdampak di Dusun Bagik Nunggal, Desa Teratak Saharudin mengatakan beruntung saat kejadian ia dan keluarga tidak di dalam rumah.
Sementara dari RT setempat baru mendapatkan bantuan terpal untuk menutup bagian rumahnya yang tak beratap, dia bersama putranya juga mulai memperbaiki beberapa bagian rumahnya dengan seadanya agar bisa digunakan sementara.
“Ya waktu itu memang kencang anginnya, ini sekitar ada tujuh rumah di sekitar sini yang kena,” ceritanya di lokasi.(nis)






