LOMBOK – Dalam rangka memperingati May Day atau Hari Buruh tahun 2025. Dewan pengurus daerah (DPD) Serikat Pekerja Nasional (SPN) NTB dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Wilayah NTB kompak menyoroti sejumlah persoalan yang terjadi di NTB kepada Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal.
Untuk isu lokal di NTB, Ketua DPD SPN NTB Lalu Wirasakti menyampaikan persoalan atas ketidak adilan yang menimpa para pekerja online, khususnya driver GrabCar dan GrabBike di Mataram dan NTB.
Ditegaskan Wirasakti, para pekerja online ini bukan hanya mitra tapi pekerja yang menggerakkan roda ekonomi digital, namun mirisnya malah tidak mendapat perlindungan hukum, kepastian tarif, dan keadilan kerja.
“Kami tegaskan pekerja adalah aset bangsa, bukan komoditas murah,” tegas Wirasakti kepada Koranlombok.id, Rabu (30/4/2025) malam ini.
Wirasakti menyampaikan, dalam setiap tetes keringat pekerja, ada martabat yang harus dihormati. Pemerintah dan pengusaha harus membuka mata dan memberikan perlindungan, keadilan, dan perlakuan manusiawi.
“Hidup buruh, hidup pekerja online, hidup rakyat,” katanya penuh semangat.
Selain menyampaikan isu lokal, SPN dan KSPI NTB menyampaikan enam tuntutannya kepada Presiden Prabowo Subianto.
- Hapus sistem outsourcing yang merampas kepastian kerja buruh!
- Bentuk Satgas PHK untuk hentikan pemutusan kerja semena-mena!
- Wujudkan upah layak sesuai kebutuhan hidup layak buruh dan keluarganya!
- Lindungi buruh dengan segera sahkan RUU Ketenagakerjaan yang baru!
- Sahkan RUU PPRT untuk lindungi pekerja rumah tangga yang selama ini diabaikan!
- Berantas korupsi! Sahkan RUU Perampasan Aset untuk menjerat koruptor yang menyengsarakan rakyat!.(red)







