LOMBOK – Kasus pelecehan seksul kembali terungkap. Kali ini mencoreng Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Terduga pelaku yang dilaporkan ke Polda NTB oknum dosen setempat.
Aliansi Stop Kekerasan Seksual NTB yang melaporkan kasus tersebut ke polisi. “Hari ini baru tiga korban yang melaporkan, Kamis ada dua lagi,” ungkap perwakilan Aliansi Stop Kekerasan Seksual NTB, Joko Jumadi, Selasa (20/15/2025).
Kepada media, Joko mengungkapkan total mahasiswi yang teridentifikasi menjadi korban ada tujuh orang. Tapi yang bersedia memberikan keterangan baru lima korban. Status korban, ada yang masih menjadi mahasiswa dan ada alumni.
Kronologi pelecehan seksual terjadi, kasus ini berlangsung secara beruntun. Mulai tahun 2021 sampai tahun 2024. Sebagian korban merupakan mahasiswa Bidikmisi.
Modus pelaku saat beraksi, pelaku melakukan manipulasi dengan meminta para korban menganggapnya sebagai ayah. Beruntungnya korban tak ada yang sampai disetubuhi oknum dosen UIN Mataram tersebut. Pelaku inisial W melaksanakan aksi bejatnya di asrama putri. W juga merupakan salah satu pimpinan asrama dan aksi dilakukan malam hari.
“Korban disuruh tidur di salah satu tempat ada beberapa orang. Kemudian W melakukan kepada salah satu korban sementara teman di sebelahnya tahu,” cerita Joko.
Joko menyebut adanya relasi kuasa pada kasus ini kendati pelaku tak secara jelas melakukan ancaman, namun ia memainkan psikologi sehingga korban merasa takut kampus menarik beasiswanya.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada pihak UIN Mataram yang bisa dimintai keterangan.(red)






