LOMBOK – Diam-diam sedang berlangsung pengerjaan proyek reklamasi di sekitar Tanjung Aan, Lombok Tengah. Sementara yang dijadikan korban untuk memuluskan proyek milik ITDC ini, lahan mangrove.
Sekretaris Daerah Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya menegaskan jika lahan mangrove yang berada di sekitar Pantai Tanjung Aan dipastikan telah sesuai dan memiliki izin analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).
Dikatakan Firman, proyek reklamasi yang dilakukan dipastikan sudah diukur seberapa banyak lahan mangrove yang akan direklamasi dan timbunan tanah yang dibutuhkan.
“Insyaallah KEK ini kan sudah memiliki Amdal kan, itu sudah diuji ya,” tegasnya kepada media di Pantai Tanjung Aan, Selasa (15/7/2025).
Sekda menepis lahan mangrove tersebut menjadi korban rencana pembangunan investasi hotel berbintang, menurut dia, jika perizinan Amdal telah terbit maka hal tersebut boleh dilakukan.
Sementara itu soal tanaman mangrove yang telah tumbuh lama di areal tersebut, dia tidak tahu pasti apakah bisa digantikan, namun ia berharap ada alternatif dengan cara yang lain.
“Tidak ada yang jadi korban,” tegasnya.
Firman menyempatkan diri meninjau proses pengosongan Pantai Tanjung Aan dan melihat sekilas masyarakat bersikap kooperatif.
Soal kepastian tempat relokasi bagi pedagang, Pemkab memastikan para pedagang sesuai dengan rencana ITDC yang akan membangun amenity core, nantinya para pedagang masih dapat berjualan di stol-stol yang disediakan dengan sistem sewa.
Ke depan Firman berharap para investor yang akan membangun sejumlah hotel berbintang tersebut dapat memberikan imbas kepada daerah, salah satunya yakni lapangan pekerjaan di bidang pariwisata.
Terkait tenaga kerja yang dapat ditampung nantinya, Sekda mengatakan belum bisa menyebutkan karena wewenang ITDC. Tapi soal dampak dan benefit bagi daerah selalu diatensi oleh ITDC termasuk porsi investasi yang diberikan.
“Kedepan terkait perizinan kewenangan Pemda yang akan menfasilitasi, kami berharap investor yang membangun nanti memprioritaskan masyarakat dapat bekerja pada fasilitas yang mereka bangun nanti,” pungkasnya.(nis)






