Klinik di Desa Setanggor Diduga Tolak Tangani Pasien Korban Kecelakaan

oleh -2262 Dilihat
FOTO ILUSTRASI

 

LOMBOK – Sebuah klinik di Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah diduga menolak menangani korban kecelakaan sepeda motor, Senin (21/7/2025) tadi malam. Atas kejadian ini, sekarang viral di media sosial facebook.

 

Informasi yang diterima Koranlombok, kecelakaan tunggal ini terjadi tadi malam. Belum diketahui penyebab pasti sehingga terjadi kecelakaan yang menyebabkan bagian wajah pria seorang pengendara motor itu mengeluarkan banyak darah dari video yang beredar luas.

Baca Juga  Saksikan Mandalika Festival of Speed 2024 di Sirkuit Mandalika

Sementara itu beredar video jika pasian korban kecelakaan ini diduga tidak ditangani oleh petugas piket di klinik setempat.

 

Sementara itu, Direktur Klinik Swadiri Pratama dokter Basirun membantah kabar yang tersebar di media sosial. Versi Basirun, pria korban kecelakaan bukan tidak ditangani. Awal masuk ke klinik, korban kecelakaan sempat ditangani oleh perawat. Saat luka dibersihkan, pasien menolak dibersihkan luka di bagian wajah dan lainnya.

Baca Juga  10 Motor Dinas Ditemukan di Tempat Usaha Milik Mantan Kepala BPKAD Lombok Tengah

“Jadi pasien minta diberikan obat saja, perawat kita di klinik bilang dibersihkan dulu tapi pasien mengamuk tidak mau dibersihkan. Sementara yang piket malam sekitar jam 11 itu perempuan,” tegas Basirun saat dikonfirmasi Koranlombok, Selasa (22/7/2025).

Dokter Basirun menduga kuat pria ini di bawah pengaruh minuman keras. Sebab, informasi yang pihaknya terima pasien atau korban kecelakaan tersebut diduga dalam kondisi mabuk.

“Informasi baru selesai minum tauk (miras tradisional, red), setelah minum kemudian jatuh dari motor dan baru dibawa ke klinik,” ceritanya.

Baca Juga  Lapor Polisi, Pemuda Disabilitas Dituduh Perkosa Mahasiswi di Mataram

Basirun menyebutkan, orang yang memvideo korban datang diperkirakan setelah pasien sempat ditangani oleh perawat di klinik dan pasien minta pulang.

“Ini sedikit kronologinya, karena miss komunikasi dengan yang memvideokan kalau ternyata yang gak mau dibersihkan adalah pasien sendiri karena pengaruh alkohol,” ungkapnya.(red)

 

 

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.