LOMBOK – Sebuah klinik di Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah diduga menolak menangani korban kecelakaan sepeda motor, Senin (21/7/2025) tadi malam. Atas kejadian ini, sekarang viral di media sosial facebook.
Informasi yang diterima Koranlombok, kecelakaan tunggal ini terjadi tadi malam. Belum diketahui penyebab pasti sehingga terjadi kecelakaan yang menyebabkan bagian wajah pria seorang pengendara motor itu mengeluarkan banyak darah dari video yang beredar luas.
Sementara itu beredar video jika pasian korban kecelakaan ini diduga tidak ditangani oleh petugas piket di klinik setempat.
Sementara itu, Direktur Klinik Swadiri Pratama dokter Basirun membantah kabar yang tersebar di media sosial. Versi Basirun, pria korban kecelakaan bukan tidak ditangani. Awal masuk ke klinik, korban kecelakaan sempat ditangani oleh perawat. Saat luka dibersihkan, pasien menolak dibersihkan luka di bagian wajah dan lainnya.
“Jadi pasien minta diberikan obat saja, perawat kita di klinik bilang dibersihkan dulu tapi pasien mengamuk tidak mau dibersihkan. Sementara yang piket malam sekitar jam 11 itu perempuan,” tegas Basirun saat dikonfirmasi Koranlombok, Selasa (22/7/2025).
Dokter Basirun menduga kuat pria ini di bawah pengaruh minuman keras. Sebab, informasi yang pihaknya terima pasien atau korban kecelakaan tersebut diduga dalam kondisi mabuk.
“Informasi baru selesai minum tauk (miras tradisional, red), setelah minum kemudian jatuh dari motor dan baru dibawa ke klinik,” ceritanya.
Basirun menyebutkan, orang yang memvideo korban datang diperkirakan setelah pasien sempat ditangani oleh perawat di klinik dan pasien minta pulang.
“Ini sedikit kronologinya, karena miss komunikasi dengan yang memvideokan kalau ternyata yang gak mau dibersihkan adalah pasien sendiri karena pengaruh alkohol,” ungkapnya.(red)





