LOMBOK – Perhelatan MotoGP di Sirkuit Intenasional Pertamina Mandalika 2025 telah selesai. Direktur Mandalika Gran Prix Association (MGPA), Priandhi Satria mengatakan Dorna memberikan sejumlah catatan pasca event.
Katanya, salah satu soal jaringan listrik yang butuh lebih banyak suplai menuju setiap sensor yang ada untuk mendukung balapan.
“Mereka minta race elektronik ada backupnya juga tidak hanya satu tapi ada dua backup, ini memang tidak harus ada tetapi akan mendukung balap lebih baik lagi,” katanya, Minggu 5 Oktober 2025
Priandhi menyampaikan, dari pihak Dorna akan memberikan catatan detail di Minggu depan. Termasuk soal masukan diluar hal yang menyangkut balapan yakni, dampak ekonomi.
Terkait dampak ekonomi, MGPA memperkerjakan marshal sebanyak 2.750 orang warga NTB. Soal konsumsi pihaknya juga memberdayakan warung sekitar secara bergiliran.
Selain itu juga dampak ekonomi diklaim juga dirasakan oleh penyedia jasa hotel, jasa angkutan dan transportasi. Katanya, setelah dihitung kembali oleh Dorna jumlah keseluruhan penonton dari hari pertama Moto GP mencapai 142 ribu.
“Alhamdulilah ini pengingkatan dari tahun lalu 121 ribu naik ke 142 ribu berkat teman media yang memberitakan, kerja keras stakeholder yang ada disini mulai dari Pemprov, sampai Bupati dan Wali Kota serta DPRD dan peran lembaga serta kementerian,” ucapnya.
Sementara terkait isu Dorna tak memperpanjang kontrak penyelenggaran MotoGP di Indonesia, ia tidak bisa menjawab lebih lanjut karena kontrak ditandan tangani oleh ITDC. Namun dirinya mendengar bahwa kontrak akan diperpanjang hingga 10 tahun mendatang.
“Apa yang saya dengar kontraknya akan diperpanjang ya, pembicaraan dengan pemerintah Provinsi NTB dan stakeholder lainnya selama sepuluh tahun kedepan masih berlanjut lagi, Insyaallah ITDC, Pemprov dan Pemerintah pusat bisa menemukan kesepakatan untuk menjalankan ini kedepan,” pungkasnya.(nis)






