Dewan Murdani Ingatkan Dampak Lingkungan Pembangunan di Mandalika

oleh -781 Dilihat
FOTO DIKI WAHYUDI JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Pengunjung melintas di patung Presiden Joko Widodo menaiki sepeda motor depan pintu gerbang utama Sirkuit Mandalika.

 

LOMBOK – Anggota Komisi II DPRD Lombok Tengah, M. Murdani menegaskan apapun konteks pembangunan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika harus memperhatikan bagaimana kondisi lingkungan ke depan.

 

Sambung mantan Direktur Walhi NTB itu, kendati Kawasan Mandalika dikelola oleh PT ITDC merupakan kawasan khusus dalam pengelolaannya, namun secara konteks lingkungannya tetap harus melibatkan pemerintah daerah dalam kajian lingkungan.

 

Murdani berharap dengan pesatnya bebagai macam akomodasi pariwisata di Mandalika, jangan sampai mengabaikan kelestarian lingkungan sekitar pesisir seperti kawasan mangrove dan lainnya.

Baca Juga  Guru PAI Loteng Tagih Tamsil, Dewan Minta Pemda Carikan Solusi

“Memang ITDC punya hak kekhususan pengelolaan tetapi dalam konteks izin lingkungan, kelayakan, tata ruang dan segala macam itu kita berharap ada koordinasi dengan Pemda Lombok Tengah dengan OPD masing-masing sesuai kewenangannya. Izin lingkungan juga kan bagian dari Pemerintah Kabupaten,” katanya, Kamis 22 Oktober 2025.

 

Selain itu saat ini pihaknya di Komisi II meminta Pemda mengatensi penggunaan air tanah di kawasan pariwisata. Soal ini pihaknya telah meminta kepada Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) untuk mendata pengelola hotel, vila dan restoran yang tak mengantongi izin pemanfaatan air tanah.

Baca Juga  Tanggapan Ketua DPRD Loteng Sementara Soal Protes Anggota Dewan

 

Sambung Murdani mewanti agar pembuatan sumur bor juga harus sesuai dengan perizinan dan memperhatikan aspek lingkungan, utamanya bagi setiap hotel, villa dan restoran yang berada di pinggir laut.

 

“Jangan nanti ngebor tetapi jadi penurunan, itu juga kami berharap ada pelibatan pemda dalam hal ini DLHK dalam izin lingkungannya termasuk juga OPD terkait yang mengkaji kelayakan wisata yang dekat laut itu kerentanannya seperti apa,” ucapnya.

Baca Juga  Dewan Tampung Aspirasi Perlunya Perda Berbasis Adat

 

Sementara itu dengan adanya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mandalika yang beberapa waktu lalu mulai beroperasi, diharapkan kedepan bisa memberikan pelayanan air baku ke seluruh usaha pariwisata di kawasan selatan Lombok Tengah.

 

“SPAM mandalika itu kita atensi bisa dimaksimalkan, kita belum bisa baca pogresnya karena baru diserahkan oleh kementerian PUPR ke PDAM,” pungkasnya.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.