Warga Bongkar Plang Kemenhut di Sekitar Tambang Emas Gunung Prabu

oleh -1390 Dilihat
FOTO TANGKAP LAYAR / Aksi empat orang warga saat membongkar plang Kementerian Kehutanan di Desa Prabu, Lombok Tengah, Kamis 30 Oktober 2025.

 

 

 

 

LOMBOK – Sejumlah warga membongkar paksa plang milik Kementerian Kehutanan (Kemenhut) yang dipasang pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB di sekitar Gunung Prabu, Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Kamis 30 Oktober 2025 siang ini.

Plang yang berisi tulisan larangan melakukan kegiatan tanpa izin sah dalam kawasan hutan atau aktivitas di tambang emas Gunung Prabu. Diketahui plang ini dipasang, Senin 27 Oktober 2025 sore Pukul 06.30 Wita.

Baca Juga  Krisis Air, Warga di Lombok Timur Demo ke DPRD, Pemkab Hingga BPN

“Ya benar, mohon maaf kami tidak bisa bendung masyarakat,” ungkap Kades Prabu, Muriadi yang dikonfirmasi Koranlombok.

Kades Prabu mengungkapkan, masyarakat membongkar plang milik Kemenhut karena masyarakat berasumsi bakal ditutup lahan milik BKSDA yang selama ini dikuasai oleh masyarakat.

Baca Juga  'Serang' Cak Imin, DPC PKB Lombok Barat Polisikan Mantan Sekjen

“Jadi tidak menolak tambang. Makanya mereka membongkar plang itu,” tegasnya.

Atas persoalan ini, Kades mengaku sudah melakukan klarifikasi langsung dengan melibatkan Sekdes, Babinsa dan pihak terkait lainnya.

“Kami jelaskan apa maksud plang ini dipasang, ya namanya masyarakat sudah,” tuturnya.

Dalam video yang diterima Koranlombok, sejumlah warga membongkar plang tersebut. Selain membongkar warga juga merobek spanduk tersebut. Warga yang berada di lokasi kurang lebih 15 orang. Mereka kemudian memfoto dan video pembongkaran tersebut.

Baca Juga  Dana Hibah 5 Miliar untuk Perbaikan Kubah Masjid Agung Lombok Tengah Diungkit

Pihak BKSDA NTB yang dikonfirmasi Koranlombok belum ada hasil sampai berita ini ditayangkan.(red)

 

 

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.