Pedagang Pasar Renteng Akan Geruduk Kantor Bupati Lombok Tengah

oleh -889 Dilihat
FOTO ANIS PRABOWO JURNALIS KORANLOMBOK.ID / Pedagang yang telah pindah di dalam gedung timur Pasar Renteng saat menunggu pembeli.

 

 

LOMBOK – Pedagang di Pasar Renteng, Praya mengancam akan melakukan aksi demo besar-besaran ke Kantor Bupati Lombok Tengah besok pagi, Rabu 19 November 2025. Ancaman aksi ini buntut dari keluhan sejumlah pedagang yang dipindah dari pintu luar sebelah tengah ke areal dalam sebelah timur.

 

 

Ketua LSM Laskar NTB, Agus Setiawan yang turun ke lokasi, Selasa 18 November 2025 mengatakan banyak pedagang yang merasa rugi setelah dipindahkan karena jarang ada pembeli yang melewati lapak mereka.

 

“Jadi kebijakan pemerintah kepada pedagang ini tidak pernah baik, besok ratusan massa akan datang bersama pedagang ke kantor bupati,” katanya saat dikonfirmasi.

 

Agus menceritakan telah menerima curhatan dari sejumlah pedagang yang mulai rugi, sementara mereka harus membiayai hidup keluarga mereka. Oleh karena itu, pihaknya meminta pemerintah melakukan evaluasi terkait kebijakan tersebut yang dirasa memberatkan masyarakat yang berdagang di Pasar Renteng.

Baca Juga  Klaim Tanah, Oknum Warga Segel Musala di Desa Aik Berik

 

“Pemerintah mau tertata rapi tapi pembeli dan pedagangnya nggak nyambung, pembeli capek-cepak ke belakang pedagang juga nggak mau sekarang di belakang lebih baik di depan begitu,” tuturnya tegas.

 

 

Terpisah, Kepala UPTD Pasar Renteng, Makmun mempersilakan terkait rencana aksi LSM bersama pedagang ke kantor bupati. Katanya, pemindahan para pedagang sudah untuk penataan Pasar Renteng agar tidak terlihat kumuh seperti sebelumnya.

 

Selain itu, pihak UPTD juga telah mengakomodir permintaan pedagang sesuai dengan hearing yang dilakukan LSM Laskar NTB dan pedagang sebelumnya dengan membuatkan pintu gerbang di pintu timur, bahkan sampai membongkar sejumlah lapak yang menghalangi di dalam areal gedung.

 

Katanya, masalah sepi atau ramainya pembeli hal tersebut sama halnya dirasakan oleh pedagang lain karena memang kebanyakan pembeli merupakan pedagang pegampas yang berjualan sejak waktu subuh.

Baca Juga  Anggaran Event Bau Nyale Malu Dibuka, Gara-gara Sedikit

 

“Makanya saya evaluasi ternyata di Pasar Renteng kebanyakam pengampas, ini antara pedagang dan pembeli rumah tangga nggak begitu banyak,” ungkapnya.

 

Ia mengaku jika dirinya bekerja berdasarkan SK Bupati Lombok Tengah soal intruksi penataan Pasar Renteng dibantu oleh Satpol PP, bahkan telah disiapkan pos terpadu yang diisi oleh satu regu personel Pol PP berjaga setiap harinya.

 

Sementara, pedagang yang telah pindah selama dua minggu ke dalam gedung Salminah mengeluhkan pembeli yang sepi masuk ke dalam.

Kata dia, sebenarnya jika pasar tertata rapi dan semua pedagang lainnya masuk ke dalam gedung, bisa menarik minat pembeli masuk ke dalam karena lokasi mereka terpusat.

 

Selain itu dengan pindah ke dalam gedung mereka juga bisa terhindar dari cuaca panas dan hujan, sehingga membuat dagangan mereka cepat busuk.

Baca Juga  Rute Pocari Sweat Run Lombok 2025, Lintasi Tiga Desa Penyangga KEK Mandalika

 

“Untuk sementara kita nurut aja itu kan kebijakan pemerintah, kalau kita rata-ata semua ada di dalam semua kita dicari sama pelanggan, asalkan di satu tempat karena ini kan zona sayur mayur,” katanya.

 

Selama ini jika ada rekan sesama pedagang yang nekat kembali berjualan di luar gedung, maka pedagang yang lain juga ikut membuka lapak di luar karena ingin juga menjangkau pembeli lebih cepat.

 

“Kita pedagang yang di dalam ini nangis begitu. Sebenarnya harusnya kita rata di dalam,” tegasnya.

Katanya, tidak ada perbedaan retribusi harian antara pedagang yang berjualan di luar ataupun di dalam, semua pedagang biasanya menyetorkan retribusi sebesar Rp 3 ribu per hari ke UPTD.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.