LOMBOK – Pengerjaan proyek revitalisasi SDN 3 Praya, Lombok Tengah meleset dari target. Awalnya ditargetkan rampung 31 Desember 2025 ternyata belum tuntas. Sekarang proyek revitalisasi ini diperpanjang pengerjaan setelah pihak sekolah melakukan pengajuan perpanjangan.
Ketua Komite SDN 3 Praya, Muhammad Faizan mengungkap keterlambatan terjadi akibat perubahan rencana pengerjaan dari atap menjadi konstruksi. Begitu juga kendala cuaca, serta posisi ruang kelas yang terpisah. Meski mengalami perpanjangan waktu, progres proyek ini diklaim mencapai 90 persen.
Dijelaskan dia, ada lima item pekerjaan terdiri atas empat ruang kelas, toilet, UKS, perpustakaan, dan ruang administrasi. Dari lima item itu, empat item telah selesai dikerjakan, dan kini tersisa proses pengerjaan empat ruang kelas yang belum rampung.
“Jadinya kita fokus di satu tempat. Waktu akhirnya kita abaikan yang sebelah, karena jika kita kerjakan ruang kelas ini bersama nanti akan terjadi pembengkakan biaya karena material yang diperlukan,” terangnya kepada Koranlombok.id, di SDN 3 Praya, Rabu 7 Januari 2026.
Faizan menjelaskan total anggaran dari proyek revitalisasi sekolah ini Rp 927 juta dengan pembagian anggaran meliputi Rp 542 juta untuk empat ruang kelas, Rp 70 juta untuk toilet, Rp 113 juta untuk perpustakaan, Rp 73 juta untuk UKS, dan sisanya untuk ruang administrasi 127 juta lebih.
“Makanya dengan penggunaan dana swakelola, alhamdulillah bisa terpenuhi empat kelas. Kalau kita berhitung secara kalkulator memang tidak cukup dengan dana segitu,” tegasnya.
Komite menyampaikan bahwa pengerjaan proyek dilakukan secara swakelola. Sementara untuk perencanaan dan pengawasan pihak sekolah mengikuti rekomendasi dari dinas terkait.
“Jadinya kita konsultasi ke dinas untuk perencanaan dan pengawasan,” tambahnya.
Meski mengalami keterlambatan dari target awal, Faizan menegaskan tidak ada sanksi yang diberikan atas keterlambatan tersebut.
“Kebetulan per tanggal 31 Desember 2025 Dirjen SD bersama Wakil Ketua DPR RI Komisi X saat kunjungan ke sini memberikan kelonggaran dan menghimbau agar dipercepat pengerjaan guna menunjang pendidikan,” bebernya.
Dia juga menambahkan bahwa perubahan rencana pengerjaan dilakukan karena lahan sekolah yang terbatas. Sehingga, dinas menyarankan penggunaan sistem konstruksi bertingkat, yang nantinya pembangunan diarahkan ke bagian atas (lantai dua).
“Kita diberikan formulir oleh kementerian terkait perubahan rencana dan disetujui, asalkan anggarannya cukup. Kita juga sudah berkonsultasi dengan pihak sekolah, konsultan, pengawas, dan dinas,” klaimnya.
Kendati demikian, dengan perpanjangan waktu pengerjaan selama 60 hari proyek revitalisasi ini diharapkan segera tuntas untuk mendukung kegiatan belajar mengajar dan meningkatkan fasilitas pendidikan di SDN 3 Praya.
Sementara itu, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Bidang Sekolah Dasar (SD) Dikbud Lombok Tengah, Lalu Zaenuri mengungkapkan program revitalisasi sekolah dasar yang bersumber dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Lombok Tengah hampir rampung semua. Namun, masih terdapat satu sekolah yang mendapatkan perpanjangan waktu pengerjaan, yakni SDN 3 Praya.
Zaenuri menjelaskan bahwa perpanjangan tersebut disebabkan oleh kendala pembangunan lantai dua dan terdampak cuaca serta keterlambatan pencairan dana ke rekening sekolah.
“Pengerjaan lantai dua terkendala cuaca dan dana yang terlambat masuk ke rekening sekolah,” kata Zaenuri.
Ditanya terkait kemungkinan adanya sanksi akibat pengerjaan yang melewati batas waktu, Zaenuri menegaskan bahwa kewenangan pemberian sanksi sepenuhnya berada di pihak kementerian. Hal itu lantaran perjanjian kerja sama atau MoU dilakukan langsung antara sekolah dan kementerian, bukan dengan pemerintah daerah.
“Dinas hanya mengawasi dan memantau namun untuk yang berhak melakukan sanksi,” pungkasnya.(hil)





