LOMBOK – Progres pengerjaan proyek revitalisasi SD Negeri 3 Praya diklaim telah mencapai sekitar 50 persen. Proyek ini menelan anggaran Rp 979 juta lebih.
Kepala SD Negeri 3 Praya, Baiq Weni Astuti mengatakan sejauh ini pengerjaan ruang kelas telah mencapai sekitar 40 persen, ruang perpustakaan 50 persen, UKS 50 persen, dan toilet sekitar 40 persen.
“Jadi total keseluruhan progres pengerjaan tersebut baru mencapai 50 persen,” ungkapnya kepada media, Senin 10 November 2025.
Weni menjelaskan, proyek revitalisasi ini mencakup empat ruang kelas, satu ruang administrasi untuk kepala sekolah, satu ruang perpustakaan, satu ruang UKS, dan satu toilet.
Menurut dia, proyek tersebut mulai dikerjakan pada awal November dan sejauh ini berjalan tanpa kendala berarti. “Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada kendala,” yakinnya.
Weni Mengungkap sebelum mendapatkan bantuan revitalisasi, kondisi bangunan SD Negeri 3 Praya cukup memprihatinkan. Atap banyak yang bocor dan lantainya masih seperti bangunan lama.
“Bisa dilihat seperti bangunan zaman dulu, belum ada perubahan apa pun dan bocor semuanya,” ceritanya.
Kepala sekolah menuturkan, pembangunan ini sangat bermanfaat bagi sekolahnya terlebih SDN 3 Praya merupakan salah satu sekolah pelaksana program pendidikan inklusif di Lombok Tengah.
Terkait pembiayaan, Weni menjelaskan terdapat dua model pendanaan, yaitu dana pengelolaan sebesar Rp 52 juta dan dana konstruksi sebesar Rp 927 juta. Sehingga total keseluruhan mencapai Rp 979 juta.
Dia menargetkan proyek ini dapat dituntaskan paling lambat pada bulan Desember mendatang. Saat ini, untuk bagian berat seperti pengerjaan atap sudah rampung seluruhnya.
Ditambahkan Weni, proyek ini merupakan swakelola. Dimana seluruh pekerjaan dilakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang dibentuk langsung oleh pihak sekolah, termasuk dalam menentukan konsultan dan tenaga tukang.
“Jadi sekolah yang mengerjakan, dan tim P2SP yang mencari tukang serta konsultan,” pungkasnya.(hil)





