Pesawat Air Direncanakan Beroperasi di Bendungan Batujai Agustus 2026

oleh -2480 Dilihat
Sumber Foto CHATGPT

 

 

LOMBOK – PT Abadi Mega Angkutan Nusantara atau Aman Air direncanakan akan beroperasi bulan Agustus 2026. Rencana Bendungan Batujai Lombok Tengah ini bakal dijadikan pusat terminal penerbangan pesawat air. Hal ini disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Inovasi Daerah (Bapperida) Lombok Tengah, Lalu Wiranata.

 

Diceritakan Wiranata, pada pekan lalu pihaknya telah melakukan rapat dengan perwakilan PT Abadi Mega Angkutan Nusantara dengan perwakilan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BWS NT I).

“Kemarin kita rapat di sini, kita undang BWS juga untuk mendapatkan kepastian terkait bisa tidaknya dipakai (Bendungan Batujai) untuk fungsi lain ternyata bisa asal memenuhi ketentuan mulai dari perizinan dan lingkungan dan sebagainya,” terangnya di ruang kerjanya, Kamis 29 Jauari 2026.

Baca Juga  Host D’Academy Diundang Khusus Gubernur Nonton World Superbike Gratis

 

Kata Wiranata, pihak Aman Air telah mengurus soal perizinan ke Kementerian Perhubungan dan saat ini masih mengurus izin penggunaan Bendungan Batujai di Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum. Soal izin, Wiranata mengklaim telah tuntas diurus oleh mereka.

Baca Juga  Mulai Pusing Imbas Pemotongan Anggaran, 4.591 PPPK Paruh Waktu Belum Aman

“Sudah diurus semua izinnya, kalau nggak salah ada 14 dokumen yang diurus,” bebernya.

 

Ditambahkannya, nanti Pemkab Lombok Tengah akan mendiskusikan bagaimana agar aliran air dari Sungai Leneng yang masuk ke bendungan saat banjir tidak menghantam pesawat saat mendarat.

 

Selain ini Pemkab juga menyiapkan akses jalan dan akan menata ulang Taman Tonjeng Beru, nanti akan dibuat tempat kuliner atau restoran dengan berbagai kelas mulai dari level standar hingga mewah.

Baca Juga  Ace Mentor FEC Dikabarkan Kabur, Kantor Tutup

Sementara soal pembangunan yang dilakukan oleh investor hanya hanggar untuk menyimpan pesawat mereka.

Diketahui kondisi bendungan yang dipenuhi tanaman enceng gondok dalam rapat tersebut juga sempat dibahas, nantinya mungkin ada upaya pembersihan yang lebih masif oleh BWS NT I.

“Karena enceng gondok ini juga tidak menentu tempatnya tergantung angin, keras angin ke Sasake ya di sana menumpuk, keras angin ke Leneng juga numpuknya sama juga dengan di Tonjeng Beru,” pungkasnya.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.