LOMBOK – Pihak SDN 1 Lajut, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah sempat terlibat adu mulut dengan pihak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Lajut. Hal ini disebabkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak sesuai dengan porsi dan anggaran diperuntukan. Protes itu terjadi Rabu, 4 Maret 2025 saat MBG didistribusikan di SDN 1 Lajut.
Kepala SDN 1 Lajut, Suherman menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan merupakan penolakan terhadap program MBG. Saat itu, pihak SPPG datang untuk mendistribusikan makanan, namun para guru mempertanyakan menu yang diberikan karena dinilai kurang sesuai dengan harga dan porsinya.
“Kami mengajak para guru untuk menilai MBG tersebut, apakah harganya sesuai atau tidak. Para guru ragu jika menu MBG tersebut memang seharga itu. Kemudian kami berkonsultasi dengan pihak dapur, dan untuk kemarin kami tidak menolak,” terang Suherman kepada Koranlombok.id via telepon, Kamis 5 Maret 2026.
Suherman menjelaskan, setelah dilakukan komunikasi dengan pihak dapur, sekolah memberikan teguran agar menu yang disajikan dapat diperbaiki dan lebih baik dari sebelumnya.
“Alhamdulillah sudah selesai. Mereka juga sudah memberikan penjelasan dan menerima teguran serta saran dari kami,” ungkapnya.
Kendati sempat dipertanyakan, pihak sekolah tetap menerima makanan MBG tersebut dan mendistribusikannya kepada para siswa.
“Itu bukan ditolak. Kami tetap mengambil dan mendistribusikannya kepada para siswa,” katanya.
Suherman mengungkapkan bahwa sebelumnya para guru juga telah beberapa kali menunjukkan melalui foto menu makanan yang dinilai meragukan dan diduga tidak sesuai dengan anggaran yang ditetapkan.
“Sudah beberapa hari para guru menunjukkan menu yang dirasa tidak sesuai dengan anggarannya kepada saya,” ceritanya.
Kepala sekolah menegaskan, jika kejadian serupa kembali terjadi pihak sekolah akan kembali menghubungi pihak dapur untuk memberikan teguran. Tidak menutup kemungkinan makanan tersebut akan ditolak apabila kondisi menu masih sama seperti sebelumnya.(hil)






