Gerah dengan Fasilitas Rusak, Ratusan Siswa SMAN 1 Jonggat Geruduk Kepsek

oleh -99 Dilihat
FOTO TANGKAPAN LAYAR VIDEO / Ini sejumlah siswa SMA Negeri 1 Jonggat melakukan aksi protes terkait fasilitas sekolah.

 

LOMBOK – Ramai-ramai siswa SMA Negeri 1 Jonggat, Lombok Tengah melakukan aksi protes kepada kepala sekolah terkait kondisi ruang kelas mereka yang dinilai telah rusak seperti pintu, jendela serta tidak adanya aliran listrik.

Para siswa mencoba masuk ke ruang guru untuk menyampaikan kekecewaan mereka dan dihalangi oleh sejumlah guru serta petugas kepolisian yang berjaga.

Terkait adanya aksi protes siswa ini dibenarkan oleh Kepala SMA Negeri 1 Jonggat, Mazhab. Katanya aksi ini terjadi usai apel upacara bendera sekitar pukul 07.30 WITA.

“Jadi yang dimasalahkan fasilitas – fasilitas sekolah dan itu kan bertahap, tidak bisa sesuai kemauan kita,” ceritanya via sambungan telepon, Senin malam 10 Agustus 2026.

Baca Juga  KPK Turun Pantau Pelayanan Publik Milik Pemkab Loteng

 

Soal protes para siswa tersebut, Mazhab mengatakan pihaknya telah memberikan penjelasan kepada mereka dan menampung aspirasi yang disampaikan. Dirinya meminta waktu agar mencari solusi soal gangguan jaringan listrik yang dianggap para siswa mengganggu proses belajar mereka. Pihaknya tidak bisa mengusulkan perbaikan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk kondisi bangunan tingkatan rusak sedang dan berat.

 

Terkait dua ruang kelas yang rusak dan sementara ditempati oleh kelas XI, Mazhab sengaja tidak diperbaiki dan diusulkan akan dihapus karena bangunan telah lama dan posisinya saat ini tidak tepat karena menutupi bangunan induk dan selanjutnya ruang akan dipindahkan ke ruang kelas baru setelah selesai diperbaiki.

Baca Juga  Truk Tangki Solar Diduga Hilang, Kapolres Loteng Diminta Klarifikasi

 

Sedangkan saat ini pihaknya sedang proses melakukan rehab tiga ruang kelas, pembangunan tiga ruang kelas baru  dan satu rehab ruangan laboratorium kimia melalui program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan anggaran sebesar Rp 1,7 miliar yang dikerjakan selam 180 hari mulai dibangun sejak bulan Juni lalu. Sementara ini kendala yang dihadapi terkait proses pembangunan tersebut ucapnya penyediaan bahan material yang membutuhkan spesifikasi tertentu.

Baca Juga  Copet Beraksi di Halaman Kantor Bupati Loteng, Pengantar Jemaah Haji jadi Korban

 

“Sedang dikerjakan, kalau selesai tiga ruang kelas baru ini insyaallah cukup termasuk dengan cara menghapus dua ruang kelas didepan ini, cuma misspersepsi anak – anak, tiap sampaikan di setiap kesempatan,” ucapnya

 

Terkait langkah pihaknya setelah adanya aksi ini, dirinya masih mendiskusikan hal ini dengan komite sekolah, dirinya berharap segala permasalahan yang ada di lembaga pendidikan yang dipimpinnya bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik.

“Kasih kami waktu, kasih kami kesempatan membenahi,” katanya.(nis)

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.