Rincian Struktur KUA PPAS APBD 2027 Lombok Tengah

oleh -67 Dilihat
FOTO ISTIMEWA / Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Lombok Tengah, Ahmad Syamsul Hadi saat membacakan laporan pada sidang paripurna, Jumat 28 Agustus 2026.

 

 

LOMBOK – DPRD Lombok Tengah mengetok rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA – PPAS) APBD tahun anggaran 2027 pada sidang paripurna Jumat, 28 Agustus 2026.

 

“Berdasarkan hasil  pembahasan bersama  Tim  Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD),   target pendapatan daerah Kabupaten Lombok Tengah tahun 2027 diproyeksikan sebesar Rp 2.628.557.687.000,00,” kata Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Lombok Tengah, Ahmad Syamsul Hadi saat membacakan laporan.

 

Target pendapatan daerah tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditetapkan sebesar Rp 631.272.007.000,00 mengalami peningkatan  sebesar  kurang  lebih Rp 96,5  Miliar dibandingkan dengan target PAD pada APBD tahun anggaran 2026 yang bersumber dari pajak daerah sebesar Rp 399.978.681.000,00 kemudian dari retribusi daerah sebesar Rp 28.204.995.000,00 serta hasil  pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 15.570.000.000,00 dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah sebesar Rp 187.518.331.000,00.

Baca Juga  Komisi IV Kecewa dengan PUPR dan Inspktorat Loteng

 

Selanjutnya target pendapatan transfer sebesar Rp 1.970.659.158.000,00 yang bersumber dari  transfer  pemerintah  pusat  sebesar Rp 1.850.876.782.000,00 kemudian dari transfer  antar  daerah yang bersumber dari pendapatan bagi hasil dan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara  Barat sebesar Rp 119.782.376.000,00.

 

Selain itu lain-lain pendapatan daerah yang sah pada tahun anggaran 2027 ditargetkan sebesar Rp 26.626.522.000,00 meliputi pendapatan hibah sebesar Rp 302.000.000,00 yang bersumber dari sumbangan pihak ketiga. Serta lain-lain pendapatan sesuai dengan  ketentuan peraturan  perundang-undangan sebesar Rp 26.324.522.000,00  yang bersumber dari pendapatan dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Non- BLUD.

Baca Juga  Jubir Banggar DPRD Minta Evaluasi Optimalisasi PAD dari Penerimaan Pajak

 

Lanjut Ahmad pada aspek belanja daerah diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar kurang lebih Rp 163 Miliar dibandingkan dengan tahun anggaran sebelumnya, menjadi sebesar Rp 2.628.262.333.039,00 dengan memperhatikan rencana pendapatan daerah sebesar Rp 2.628.557.687.000,00  dan belanja daerah sebesar Rp 2.628.262.333.039,00 maka terdapat surplus anggaran sebesar Rp 295.353.961,00.

 

 

Sedangkan kebijakan pembiayaan daerah tahun anggaran 2027 direncanakan sebesar Rp 30.885.343.379,00. Sementara  itu, pembiayaan dari Sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) akan dituangkan berdasarkan audit BPK – RI terhadap laporan keuangan Pemda Loteng tahun 2026.

 

Selain itu pengeluaran  pembiayaan  daerah direncanakan sebesar Rp 31.180.697.340,00 yang diarahkan untuk pembayaran pokok utang kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) serta pengembalian pokok utang jangka pendek BLUD RSUD Praya. Dengan demikian terdapat  pembiayaan  netto sebesar minus Rp 295.353.961,00, Sementara itu surplus APBD dengan jumlah sama dengan pembiayaan netto dan berada dalam posisi berimbang.

Baca Juga  Ribuan Honorer di Loteng Tak Dapat THR, Harusnya Ini Dipikirkan

“Badan anggaran memandang bahwa struktur APBD yang  berimbang  tersebut  harus  dijaga  melalui ketepatan proyeksi pendapatan, pengendalian belanja, pengelolaan  pembiayaan  yang  prudent,  serta pelaksanaan  program  dan  kegiatan  secara  efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Dengan  demikian, APBD tidak hanya berimbang secara angka, tetapi juga mampu memberikan manfaat pembangunan yang nyata bagi masyarakat Lombok Tengah,” pungkasnya.(nis)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.