LOMBOK – Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya membeberkan hasil rapat dengan Pemerintah Provinsi NTB terkait dengan rekonstruksi pemulihan rumah Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut pada Selasa, 8 September 2026 di Mataram.
Kata Firman, tahapan rekonstruksi akan dibangun dahulu dimulai dari museum sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Untuk pembangunan ini bakal dibantu oleh Otsuka dan terkait desain sedang dirancang oleh pihak Universitas Mataram.
“Sejumlah pihak swasta sudah membangun kesepakatan akan dibangun museum yang berisi koleksi budaya Sade dan koleksi yang terdampak kebakaran,” terangnya kepada media, Rabu 9 September 2026.
Nantinya untuk melengkapi atraksi yang disuguhkan di museum tersebut, Politeknik Pariwisata Lombok juga telah menyiapkan virtual room berbasis teknologi virtual reality (VR) yang menunjukan kondisi Dusun Sade sebelum terbakar. Selanjutnya, akan dibangunkan workshop sebagai pusat tempat aktivitas usaha masyarakat.
Termasuk juga bakal dibangun dalam tahapan rekonstruksi Dusun Adat Sade yakni masjid yang ditangani oleh dana bantuan dari MIM Foundation.
Kedua bangunan sambung Sekda, diharapkan selesai sebelum event MotoGP digelar. Karena merupakan momentum yang bisa dimanfaatkan untuk wisatawan datang berkunjung.
“Jadi dari penjelasan Pak Faozal selaku Ketua Satgas Rekonstruksi paling lambat harus selesai tanggal 8 Oktober sebelum MotoGP mulai,” kata Firman.
ditambahkan Sekda, dari informasi yang ia dapatkan dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) akan memberikan jaminan hidup kepada setiap kepala keluarga (KK) yang terdampak untuk sekitar 6 bulan. Terkait jumlah Pemkab kurang mengetahui, tetapi pihaknya diminta data terkait masyarakat terdampak.
Terkait rekonstruksi Dusun Adat Sade berbeda dengan rekonstruksi bangunan permukiman biasa karena merupakan situs budaya dan harus sesuai juga didasari dengan keinginan masyarakat.
Nantinya perbaikan yang dilakukan terutama terkait sarana dan prasarana dasar yakni, jaringan air bersih, sanitasi, keselamatan bangunan, aksesbilitas serta mitigasi untuk mengantisipasi bencana serupa.(nis)





