Sejumlah Temuan Dikes Lombok Tengah di Dapur MBG

oleh -70 Dilihat
FOTO HILMI JURNALIS KORANLOMBOK.ID/ Kabid P3KL Dikes Lombok Tengah / Putrawangsa

 

 

LOMBOK – Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Tengah membeberkan sejumlah temuan dan evaluasi hasil pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pasca kasus keracunan MBG di Desa Beber, Kecamatan Batukliang.

Berdasarkan catatan evaluasi umum pada dapur penyedia MBG di Lombok Tengah. Dimana persoalan yang ditemukan mulai dari kedisiplinan waktu pengolahan, penerimaan dan pemilahan bahan baku. Termasuk  pengelolaan makanan dan jaminan kebersihan para pekerja dapur.

 

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dikes Lombok Tengah, Putrawangsa menyampaikan hasil monitoring yang dilakukan Tenaga Sanitarian Lingkungan (TSL) Puskesmas menunjukkan masih adanya sejumlah persoalan operasional di dapur-dapur penyedia MBG.

Baca Juga  Rokok Illegal Menjamur di Lombok Tengah

 

“Sampai dengan hari ini, catatan teman-teman menunjukkan memang banyak masalah yang bervariasi. Ada masalah dalam proses pengolahan, hingga pada proses distribusinya,” ungkapnya, Rabu 30 September 2026.

 

Kata Putrawangsa, salah satu temuan yang menjadi perhatian Dikes adalah kedisiplinan dan ketepatan waktu dalam proses pengolahan bahan makanan. Dari hasil pemantauan, ditemukan adanya bahan baku yang tidak langsung diolah setelah diterima, sehingga waktu antara bahan datang dengan proses pengolahan menjadi cukup lama.

 

 

“Bahan olahan yang harusnya diolah 2 jam setelah bahan baku datang, ternyata ada yang diolah 8 sampai 10 jam kemudian. Akibatnya, kandungan gizi makanan pasti akan berkurang dan kondisi makanan tidak fresh lagi,” jelasnya.

Baca Juga  Lapor Polisi, Kades Mambalan Curigai Pelaku Suruhan Pengembang

 

Putrawangsa menegaskan, pengawasan terhadap dapur penyedia MBG selama ini dilakukan oleh masing-masing Puskesmas melalui Tenaga Sanitarian Lingkungan (TSL) di wilayah kerja masing-masing.

“Kalau selama ini teman teman puskesmas telah melakukan pengawasan di semua dapur di masing-masing wilayah. Jadi dimana wilayah kerja teman teman puskesmas melalui Tenaga Sanitarian Lingkungan (TSL) yang melaporkan ke Kabupaten,” sambungnya.

 

Selain persoalan waktu pengolahan, pihaknya juga menemukan adanya catatan terkait penerimaan dan pemilahan bahan baku dari pihak supplier, termasuk pengelolaan suhu penyimpanan makanan. Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian penting yang harus diperhatikan untuk menjaga kualitas dan keamanan bahan makanan sebelum diolah maupun didistribusikan.

Baca Juga  Ombudsman Endus Pungli Berkedok Sumbangan Dana HUT RI di Lombok Tengah

 

Karena itu, Dikes Lombok Tengah menekankan pentingnya pembinaan dan perawatan secara berkala di masing-masing dapur. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab Dikes, tetapi juga perlu menjadi perhatian bersama dalam Satgas MBG.

 

“Kalau penekanan Dikes kita selalu menyampaikan kepada Satgas terkait pembinaan serta perawatan dan ini juga merupakan tugasnya Tim Satgas bukan cuma Dikes aja karena ini kita sebagai tim, sehingga ini yang menjadi bahan evaluasi nanti,” pungkasnya.(hil)

 

 

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.