Terduga Pelaku Pemerkosaan Kabur, Polisi: Tidak Ada

oleh -2785 Dilihat
FOTO DIKI WAHYUDI JURNALIS KORANLOMBOK.ID Korban kasus dugaan pemerkosaan bersama mertua Mahsan Alias Amaq Mus saat memberikan keterangan kepada media, Senin (13/11/2023) sore.

LOMBOK – Keluarga korban kasus dugaan pemerkosaan di Dusun Bongor, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah menerima kabar miring. Terduga pelaku pemerkosaan inisial W, 26 tahun dikabarkan kabur dari Sel Mapolres Lombok Tengah.

“Ini informasi yang kami terima, makanya kita bingung di sini kenapa bisa keluar. Mungkin tidak diikat tangannya,” kata mertua korban Mahsan Alias Amaq Mus, kepada jurnalis Koranlombok.id, Senin (13/11/2023) sore.

Diungkapkannya, dia pernah melihat terduga pelaku termasuk warga lainnya di dusun jika W sempat pulang ke rumahnya sekitar Pukul 18.25 Wita atau waktu Magrib.

“Makanya ramai di sini terus, jarak kurang lebih 2 jam baru polisi datang katanya mau cari pelaku,” ungkapnya.

Sementara diketahui malam kejadian, Kamis (9/11/2023) Pukul 23.30 Wita. W langsung dibawa ke Polsek Praya Tengah. Namun naasnya, tiba-tiba warga melihat terduga pelaku pulang ke rumahnya.

Baca Juga  Buka Musyawarah Kerja MWCNU Janapria, Ini Disampaikan Pathul

“Harus masuk penjara baru aman, kalau belum masuk belum aman,” katanya tegas.

 

Kasi Humas Polres Lombok Tengah, IPTU Hariono membantah ada tahanan melarikan diri dari sel tahanan Polres.

“Tadi pagi saya cek tahanan bersama piket jaga, silakan konfirmasi sama Pak Kasat Reskrim,” jawabnya via wa.

Disamping itu, Hariono menegaskan untuk soal penahanan jurnalis Koranlombok.id diarahkan untuk mengkonfirmasi Kasat. “Biar gak salah saya,” singkatnya.

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, IPTU Hizkia Siagian yang dihubungi beberapa kali nomor ponsel bahkan WA belum aktif. Sampai berita ini diterbitkan belum ada respons.

Baca Juga  Gegara Villa Illegal, Pemkab Lombok Tengah Rugi 2,16 Miliar

 

Sementara itu, pengakuan korban inisial WM, 34 tahun mengatakan jika peristiwa ini terjadi Kamis, (9/11/2023) Pukul 23.30 Wita. Dimana pelaku masuk melalui jendela dapur dengan cara dicongkel. Setelah berhasil masuk, pelaku kemudian masuk ke kamar korban yang ditemukan dalam kondisi tidur lelap bersama anaknya.

“Mulut saya dibekap pakai sarung, saya sempat memberontak dan pelaku mengancam saya. Kalau sampai kamu teriak saya bunuh,” ungkap korban saat menceritakan kepada jurnalis Koranlombok.id, Senin (13/11/2023) sore.

Diceritakan korban, pelaku kemudian memaksa membuka celana WM. Upaya pelaku berhasil menodai istri TKI Malaysia tersebut.

“Saya tidur berdua dengan anak saya yang berusia 6 tahun, tapi anak saya tidak bangun,” ceritanya.

Usai pelaku melampiaskan nafsu bejatnya, dari situ korban langsung menghubungi anggota Badan Kemanan Desa (BKD). Tidak lama, sejumlah anggota BKD bahkan pihak kepolisian tiba di lokasi kejadian.

Baca Juga  Tiga Lapak di Sempadan Pantai Areguling Dibakar Sekelompok Orang Bersenjata

“Mulut pelaku memang ada bau tuak, tapi saya tidak yakin dia lagi mabuk. Dia sadar dan ngomong sudah 2 tahun saya incar kamu,” tuturnya sembari menceritakan malam kejadian.

Dari kejadian itu, pihaknya mengaku langsung melaporkan kasus ini ke Polsek Praya Tengah.  Namun ia mengaku sangat menyayangkan ketika mendengar kabar pelaku belum juga ditangkap polisi.

“Pas ramai-ramai baru saya tahu, kalau awal pelaku sudah diamankan di Polsek. Tapi sekarang ceritanya sudah keluar,” ungkap dia.

“Saya minta polisi menangkap pelaku, dia harus dapat hukuman atas perbuatannya,” sambungnya.(dik)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.