LOMBOK – Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah membeberkan jika sepanjang tahun 2023, terdapat 114 warga dinyatakan positif terjangkit Demam Berdarah (DBD). Kasus ini terbanyak ditemukan di Desa Tanak Awu dan Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut.
Kepala Bidang Pencegahan Penularan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Putrawangsa menegaskan di Desa Tanak Awu ada dua yang positif dari 30 orang yang diperiksa dengan dilakukan screening.
“Masih di rawat di puskesmas tapi kondisinya sudah baik, trombositnya sudah naik,” klaimnya saat dikonfirmasi
Selain itu di Desa Bangket Parak juga ada tiga pasien positif DBD, faktor resiko penyebabnya karena perubahan dari cuaca hujan ke cerah yang cepat dan menyebabkan nyamuk pesat berkembang biak.
“Rata-rata pasien yang terkena demam berdarah adalah masyarakat usia dewasa. Makanya kita turun fogging di Tanak Awu dan Bangket Parak, ini di dua desa di wilayah Puskesmas Sengkol dan Teruwai,” sebutnya.
Disamping itu untuk mencegah kasus DBD Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah dan Pemdes Tanak Awu, Kecamatan Pujut melakukan fogging atau pengasapan di Dusun Jambik 1 dan Jambik 2, Rabu (29/11/2023).
Kepala Desa Tanak Awu, Lalu Wisnu Wardana mengimbau kepada masyarakat untuk membersihkan lingkungan antisipasi datangnya musim penghujan.
“Kami setiap waktu memberikan imbauan kepada masyarakat, biar sampah-sampah plastik itu tidak menjadi sarang nyamuk yang berkembang biak di genangan air,” katanya.
Ia menegaskan, menurut informasi yang didapatkannya, warga yang positif terkena DBD sebanyak enam orang.
Untuk itu pihaknya akan mulai melakukan pencegahan di Dusun Jambik 1 dengan mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Kedepan hal tersebut juga akan dirinya terapkan di dusun lain.
“Kedepannya kita akan mengumpulkan rekan-rekan kadus dan perangkat desa untuk melakukan bersih-bersih antisipasi penyebaran demam berdarah,” terangnya.(nis)





