LOMBOK – 40 orang siswa SDN Mentokok, Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah diduga mengalami keracunan jajanan jelly yang dijual oleh pedagang keliling di sekolah. Sementara ada 20 anak sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Penujak, Senin (6/4/2024).
Kepala SDN Mentokok, Baiq Masarah menceritakan jika siswanya mengalami muntah dan izin ke kamar mandi saat setelah menjalani apel pagi pukul 07.00.WITA.
Mengetahui kondisi ini, dirinya meminta bantuan masyarakat sekitar dan melarikan anak didiknya menggunakan mobil pikap ke puskesmas.
“Kita tanya tadi ada beberapa jajanan yang dimakan, ada es oreo, es buah dan jelli. Yang makan jelly ini mengalami kondisi paling parah,” ungkapnya kepada media.
“Ada 6 orang yang diinfus dan sisanya tadi sudah pulang,” ujarnya.
Kepala sekolah mengungkapkan siswa mengalami muntah-muntah kelas 3, 4, dan 5. Atas kondisi ini pihaknya akan melakukan rapat bersama dengan komite serta wali murid.
“Makanya para pedagang ini sering juga kita ingatkan untuk jangan berjualan di pagi hari, karena kan kita nggak punya kantin,” katanya,
Sementara itu Koordinator IGD Puskesmas Penujak, Lalu Tanu mengatakan pada pukul 08.30 WITA sejumlah siswa didampini guru tiba di puskesmas dan langsung mendapatkan perawatan.
“Tadi kita pasangkan infus beberapa anak sesuai dengan kondisi pasien, kita juga berikan obat minum dan sebagian sudah pulang,” ujarnya kepada media.
Pihak puskesmas masih belum bisa mendeteksi jenis keracunan yang dialami oleh sejumlah siswa tersebut, hal ini karena sample makanan yang dikonsumsi tidak dibawa.
“Makanan yang menyebabkan keracunan dari informasi sekolah dari minuman es dan jelly, secara spesifik masih belum kami ketahui,” kata dia.(nis)





