Petani di Lombok Timur Selatan Terancam Gagal Tanam

oleh -3922 Dilihat
FOTO FENDI JURNALIS KORAN LOMBOK.ID Begini kondisi bibit padi para petani yang menguning akibat kekeringan.

LOMBOKPetani di Kabupaten Lombok Timur bagian Selatan terancam gagal tanam pada musim tanam tahun 2024. Dimana ini setelah para petani padi beberapa waktu lalu melakukan melakukan penyemaian bibit padi. Sementara hujan tak kunjung turun yang menyebabkan bibit padi mereka kering dan terancam mati.

Seorang petani asal Kecamatan Sakra Timur, Burhan menuturkan jika dirinya melakukan penyemaian bibit padi pada awal bulan Desember 2023, masa penyemaian hingga tanam diperkirakan 15 – 25 hari. Sehingga bibitnya saat ini sudah masa tanam jika sudah turun hujan.

“Kalau kita berhitung, seharusnya sekarang semua petani sudah selesai masa tanam, tetapi karena tidak ada hujan makaknya banyak bibit yang mati,” tuturnya pada jurnalis Koranlombok.id, Selasa (2/1/2024).

 

Disampaikannya, keputusan melakukan penyemaian bukan tanpa perhitungan, pada awal Desember curah hujan sudah cukup tinggi. Harusnya banyak petani mulai menyemai bibit, namun mulai pertengahan Desember hingga masuk Januari 2024 cuaca kembali panas dan membuat petani resah.

Baca Juga  Gubernur Iqbal Sentil Ponpes yang Berpolitik Pada Acara Perti di Bodak

“Kalau bulan Januari ini datang hujan terpaksa kita beli bibit lagi, karena yang kita semai ini sudah tidak bisa ditanam sebagian,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan petani padi lainnya, Ruslan. Dia mengatakan, kondisi musim kemarau yang berkepanjangan ini cukup menghawatirkan bagi para petani, sebab selain curah hujan yang sangat kecil juga perhitungan musim tanam yang terus menyempit yang dapat berakibat pada gagal tanam.

“Kalau Januari tidak ada hujan lagi, tidak ada harapan kita bisa panen,” katanya.

Pihaknya juga menjelaskan jika kondisi kemarau berkepanjangan tersebut sudah menjadi perbincangan di kalangan para petani, mereka khawatir tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari- hari.

Baca Juga  Ramai Disoroti Netizen, Bupati Turun Tangan Bersihkan Taman Alun-alun Tastura

“Masalahnya tidak hanya bibit yang di semai kering, persediaan gabah kita juga sudah hampir habis, terus kita makan apa nanti kalau sampai gagal tanam,” keluhnya.

 

Disinggung ketersediaan air dari DAM Pandanduri yang mengairi wilayah Kecamatan Keruak, mereka menyebutkan jika dengan kondisi kemarau yang berkepajangan ini tidak bisa mencukupi kebutuhan air irigasi. Sebab, tidak memiliki sumber mata air dan tidak adanya air hujan ditampung.

Selain petani padi, petani bawang juga mengaku khawatir dengan kondisi kemarau yang berkepanjangan. Tanaman bawang saat saat ini baru tumbuh masih membutuhkan air agar bisa tumbur normal.

“Bawang juga butuh air, kalau terus panas seperti ini daunnya bisa kering, bawang jadi rusak,” sambung Fathurrahman petani bawang merah.

Baca Juga  Kasus Dugaan Pungli, Pendemo Minta Kapolres Loteng Dicopot

Father berharap ada hujan Januari ini sehingga tanaman bawang bisa tumbuh dengan baik. Demikian pula para petani padi bisa segera menggarap sawah untuk menanam padi.

Selain itu, pihaknya berharap pemerintah bisa memberikan solusi dan jamiman kepada masyarakat pada musim tanam tahun ini, baik melalui asuransi pertanian maupun program lain untuk menanggulangi resiko gagal tanam.

“Semoga ada jaminan dari pemerintah,” harapnya.

 

Camat Sakra Timur, Muhsin membenarkan kondisi kekeringan yang berdampak pada musim tanam padi di wilayahnya. Dia menyebutkan ini terjadi karena tidak ada hujan.

“Memang semua tempat seperti itu sekarang,” katanya singkat.(fen)

Tentang Penulis: Redaksi Koranlombok

Gambar Gravatar
Koranlombok media online dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Koranlombok selalu menayangkan berita Penting, Unik dan Menarik untuk dibaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.